Jan 2026
19

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Respon Cepat dan Empati Pemimpin
Bupati Meranti Tinjau Lokasi Kebakaran Sekolah MDA Al-Muhtadin
Kategori | Kamis, 19 Juni 2025 | 20:09:00 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : ali
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, turun langsung meninjau lokasi kebakaran.

SELATPANJANG - Suasana pagi menjelang siang di Jalan Rintis, Selatpanjang, Rabu (18/6/2025), diselimuti duka dan keprihatinan. Sebuah bangunan sederhana yang menjadi tempat menimba ilmu agama bagi anak-anak, Sekolah MDA Al-Muhtadin, hangus dilalap api pada Rabu (11/6/2025) lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

Langit mendung di atas Jalan Rintis, seolah ikut berduka menyaksikan puing-puing bangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Muhtadin yang kini hanya tersisa arang dan abu. Tempat belajar yang selama ini menjadi benteng ilmu agama bagi anak-anak Desa Teluk Belitung itu, luluh lantak oleh si jago merah yang diduga berasal dari korsleting listrik.

Gedung yang selama ini menjadi cahaya ilmu bagi generasi muda Kepulauan Meranti itu, kini hanya tersisa puing dan kenangan.

Baca :

Namun di balik kepedihan yang menggulung hari itu, hadir sosok pemimpin yang tidak hanya datang membawa simpati, tapi menawarkan solusi dan harapan.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, turun langsung meninjau lokasi,  menyaksikan dari dekat dampak musibah yang mengguncang hati masyarakat. Ia memastikan musibah ini tidak menjadi titik akhir. Ia berbicara bukan hanya sebagai kepala daerah, tapi sebagai ayah bagi masyarakatnya, yang peduli akan masa depan generasi muda.
 
Didampingi Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, S.I.K, MH, Ketua DPRD H. Khalid Ali, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kasatpol PP Damkar Wan Zulkifli, Kadis PUPR Fajar Triasmoko, MT, dan jajaran teknis lainnya, Bupati Asmar menyimak langsung penjelasan terkait penyebab kebakaran.

Dari informasi awal yang disampaikan oleh Kapolres dan diperkuat oleh pengurus sekolah, api diduga berasal dari korsleting listrik. Tak butuh waktu lama, respons cepat pun langsung diberikan.

“InsyaAllah akan kita prioritaskan. Jika anggaran memungkinkan, sekolah akan dibangun kembali tahun ini. Untuk sementara, anak-anak bisa belajar di masjid. Kami akan bantu penyediaan meja belajarnya,” ujar Bupati Asmar dengan nada penuh ketegasan dan empati.


Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Kunjungan Simbolis

Dalam tinjauan tersebut, Bupati langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama, guna mempercepat proses hibah lahan dan perencanaan pembangunan gedung baru.

Langkah cepat ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak membiarkan pendidikan terhenti meski di tengah musibah. Komitmen itu sekaligus mempertegas bahwa dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama, menjadi perhatian utama kepemimpinan Asmar selama ini.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti tetap berkomitmen membangun kembali gedung sekolah tersebut, namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

“Kita tetap usahakan pembangunan gedung baru MDA Al-Muhtadin, tapi perlu koordinasi dengan Kemenag terlebih dahulu. Kami juga harus melihat kekuatan anggaran daerah sebelum merealisasikannya,” tutur Bupati.

Dia mengatakan pemerintah kabupaten akan membantu semaksimal mungkin agar gedung sekolah yang terbakar itu, bisa kembali dipakai untuk kegiatan belajar agama bagi anak-anak. 

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk koordinasi dengan Kemenag, guna mencari solusi. Karena untuk MDA itu ada yang di bawah naungan Kemenag," ujarnya lagi. 


Kepedulian yang Menyentuh Hati

MDA Al-Muhtadin bukan sekadar bangunan. Di dalamnya tumbuh generasi muda yang belajar nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan. Ketika bangunan itu hangus, bukan hanya tembok yang roboh, tetapi semangat belajar anak-anak pun nyaris ikut runtuh.

Namun harapan kembali menyala ketika pemerintah hadir secara nyata. Tindakan cepat dan sikap empatik yang ditunjukkan Bupati Asmar menjadi pelipur lara bagi para guru, wali murid, dan seluruh masyarakat sekitar.

Tidak hanya menyampaikan komitmen pembangunan, Bupati juga menawarkan solusi konkret jangka pendek, yakni pemanfaatan masjid sebagai ruang belajar sementara, lengkap dengan bantuan fasilitas belajar seperti meja dan perlengkapan lainnya.


Lebih dari Sekadar Tugas, Ini Adalah Komitmen Kemanusiaan

Bagi Bupati Asmar, menjadi pemimpin bukan hanya soal duduk di belakang meja atau membuat kebijakan di ruang ber-AC. Lebih dari itu, ia memilih untuk hadir, menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat, dan memastikan bahwa tidak ada yang dibiarkan sendirian di tengah kesulitan.

Peninjauan lokasi kebakaran ini adalah cerminan dari karakter kepemimpinan beliau — pemimpin yang peduli, tanggap, dan solutif.

“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Tapi dengan kebersamaan, InsyaAllah kita bisa bangkit. Yang terpenting adalah semangat belajar anak-anak tidak padam. Pemerintah hadir untuk memastikan itu,” ungkap Bupati.

Kebakaran ini mungkin telah merobohkan bangunan, namun tidak dengan semangat. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan semua pihak, MDA Al-Muhtadin diyakini akan berdiri kembali—lebih baik, lebih kokoh, dan lebih bermakna.

Dan pada akhirnya, kehadiran Bupati Asmar di tengah warga bukan hanya tentang meninjau puing bangunan, tapi menanam harapan baru di hati anak-anak Meranti. Karena di tengah abu yang tersisa, masih ada bara semangat yang menyala—siap disulut kembali dengan cinta, kepedulian, dan aksi nyata.


Musibah Bukan Akhir: Seruan Kolaborasi Bupati Asmar untuk Membangun Kembali Madrasah yang Terbakar

Dalam situasi darurat seperti ini, Bupati Asmar tidak menutup peluang kolaborasi. Ia justru membuka ruang selebar-lebarnya untuk masyarakat luas, dunia usaha, dan elemen sosial lainnya untuk turut serta membangun kembali MDA Al-Muhtadin.

"InsyaAllah kita upayakan pembangunan kembali. Tapi ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Kita butuh gotong royong dari semua pihak," ungkap Asmar di sela-sela kunjungan.

“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat serta pihak swasta, untuk bisa bersama membantu dengan caranya masing-masing,” katanya lagi. 

Ajakan ini bukan hanya bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga seruan moral untuk mempererat kembali ikatan sosial yang mungkin mulai longgar. Menurutnya, musibah adalah ladang amal—dan semua orang bisa ambil bagian, sesuai kemampuan dan perannya. Semua diajak untuk menyalurkan bantuan, bukan semata uang atau bangunan, tetapi semangat keberlanjutan pendidikan.


Membangun dari Kesadaran, Bukan Sekadar Tanggapan

Bupati Asmar juga menekankan pentingnya pencegahan sebagai langkah antisipasi ke depan. Ia menyadari bahwa musibah seperti ini bisa terjadi kapan saja, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang makin tidak menentu akibat perubahan iklim.

“Perhatikan betul sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua aman. Matikan peralatan listrik yang tidak perlu. Apalagi sekarang, cuaca sangat tidak menentu dan potensi kebakaran bisa meningkat,” pesannya kepada warga.

Seruan ini bukan semata himbauan, tapi bentuk edukasi berkelanjutan. Ia ingin memastikan bahwa masyarakat Meranti tumbuh dengan kesadaran baru—bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Kehadiran langsung Bupati Asmar, disertai Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, Ketua DPRD H. Khalid Ali, dan sejumlah pejabat lainnya, menjadi isyarat jelas bahwa pemerintah tidak menutup mata. Mereka hadir, melihat langsung, dan bertindak cepat.


Menanam Kebaikan, Memanen Harapan

Apa yang terjadi di MDA Al-Muhtadin bukan sekadar musibah kebakaran. Ini adalah pengingat akan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antarelemen masyarakat. Sebab pendidikan anak-anak adalah tanggung jawab kolektif.

Di balik puing yang tersisa, ada harapan yang tumbuh.  Bupati Asmar dengan jajarannya, telah menjadi pemantik semangat itu—bahwa dengan gotong royong dan solidaritas, bangunan bisa dibangun kembali, dan masa depan bisa diselamatkan.

Saat madrasah itu berdiri kembali, masyarakat akan mengenangnya bukan hanya sebagai gedung belajar, tapi sebagai simbol cinta, kepedulian, dan kesatuan hati seluruh warga Meranti.*

Terbaru
sportainment
Senegal Juara Piala Afrika 2025
Senin, 19 Januari 2026 | 08:16:11 WIB
rohil
Bupati Rohil Hadiri Rakornas Sinergi Pemerintahan Umum di Jakarta
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:49:57 WIB
pekanbaru
Riau Terima 44.700 Dosis Vaksin PMK, Distribusi Dimulai 19 Januari
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:20:15 WIB
sportainment
Jojo Kandas di Final India Open
Minggu, 18 Januari 2026 | 20:06:58 WIB
pekanbaru
Trafik JTTS Naik 16 Persen Saat Long Weekend Isra Mikraj
Minggu, 18 Januari 2026 | 18:40:27 WIB
dunia
China Ciptakan Pulau Buatan Raksasa Setelah 12 Tahun Nimbun Pasir
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:53:54 WIB
huawen
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI Riau
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
5
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum
Didakwa Pemerasan, Ketua Ormas PETIR Tertunduk di PN...
Jumat, 16 Januari 2026 | 14:10:20 WIB