|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PELALAWAN - Kelompok Tani Maju menyerahkan menyerahkan 311 hektare (ha) lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ke Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Ketua Kelompok Tani Maju Suyadi bertemu langsung dengan Wakil Komandan Satgas PKH Brigadir Jenderal TNI Dody Triwinarto, dan pimpinan Forum Koordinasi Daerah (Forkopimda) Riau, di TNTN, Desa Segati, Rabu (2/7/2025).
“Kami beserta masyarakat yang punya lahan seluas 311 hektare yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju, pada hari ini dengan sukarela menyerahkan lahan yang kami usahai selama ini, di mana lahan itu masuk TNTN,” ujar Suyadi.
Suyadi mengatakan, di atas lahan itu telah ditanami kelapa sawit sekitar 40 ribu pohon. Tanaman itu telah berumur satu hingga 15 tahun.
Menurut Suyadi, tanaman kelapa sawit itu akan dimusnahkan untuk ditanami kembali dengan pohon hutan, sebagaimana tanaman awal.
“Kami sukarela memusnahkan sawit dan akan menanam kembali tanaman hutan secara bertahap,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini telah 13 ribu hektare tanaman kelapa sawit ditumbangkan dengan menggunakan alat berat. Di sekitar lokasi kembali ditanami pohon hutan.
Suyadi menyatakan, pihaknya akan mengajak warga di TNTN agar secara sukarela menyerahkan kepada Satgas PKH. “Kami akan menghadap Satgas PKH,” ucapnya.
Hadir di acara itu Kepala Kejati Riau Akmal Abbas, Kepala Polda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Sugiyono, Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KS-DAE) Kementerian Kehutanan Satyawa Pudyatmoko.
712 Ha Sudah Kembali ke Negara
Wakil Komandan Satgas PKH Brigadir Jenderal TNI Dody Triwinarto menyampaikan penghargaan atas langkah positif tersebut. Menurutnya, reforestasi ini bukan hanya menjadi contoh, tetapi juga wujud kesadaran kolektif untuk menyelamatkan kawasan hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Setelah sebelumnya ada 401 hektare, hari ini bertambah 311 hektare. Total yang sudah dikembalikan 712 hektare. Kami berharap ini terus berlanjut secara kontinu,” ujar Dody.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan ada penyerahan lahan tambahan dalam skala besar untuk tujuan serupa. Menurutnya, reforestasi merupakan cara untuk menggugah masyarakat yang masih tinggal atau beraktivitas di kawasan TNTN.
“Kegiatan ini bisa menjadi inspirasi agar mereka yang belum paham dapat ikut menyadari pentingnya menjaga TNTN. Kita ingin mengubah pendekatan menjadi edukatif dan humanis,” jelasnya.
Dody juga menegaskan bahwa negara tidak boleh mundur dalam menjaga kawasan konservasi. “Tidak ada kata negara mundur. Negara harus terus maju. TNTN adalah hutan tropis penting yang sudah dikenal secara internasional. Kita wajib melindunginya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Dody kembali menyampai- kan tiga prioritas utama Satgas PKH di TNTN. Prioritas pertama pendataan ril by name, by address terhadap penduduk yang bermukim di kawasan TNTN.
Prioritas kedua, pembangunan pos dan portal di 13 titik jalur masuk ilegal untuk mengatur lalu lintas manusia dan barang. Prioritas ketiga, verifikasi legalitas kepemilikan lahan, bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Selain itu, Kementerian Pendidikan juga sedang melakukan pendataan sekolah-sekolah yang berada dalam kawasan tersebut un-tuk memastikan pendekatan yang menyeluruh.
“Jika semua sudah dapat diidentifikasi dengan jelas, insya Allah, kita akan bisa menyelesaikan persoalan TNTN secara bertahap dan sistematis,” kata Dody.
Dody menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah TNTN dan Provinsi Riau, untuk mendukung upaya pemulihan hutan.“Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita memperbaiki TNTN? Negeri ini harus terus maju, untuk kepentingan negara dan rakyat. Satgas PKH tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Satgas PKH dan pimpinan Forkopimda Riau melakukan penanaman pohon di sekitar lahan kelapa sawit yang ditumbangkan. Diharapkan, lahan itu kembali pulih seperti sedia kala. *