|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Suasana penuh warna dan keceriaan terlihat di PAUD Berkah Ceria, Kecamatan Tenayan Raya, saat Bunda PAUD Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, berkunjung pada Rabu (3/9/2025).
Kedatangan Bunda PAUD disambut hangat oleh para guru dan anak-anak, yang langsung diajak bergerak aktif dalam kegiatan Senam Anak Sehat.
"Ayo anak-anak kita senam bareng-bareng," seru Henny. Seruan itu disambut antusias oleh anak-anak yang berdiri rapi di halaman sekolah.
Musik senam pun mengalun, membuat suasana pagi berubah menjadi arena penuh energi. Dengan gerakan sederhana namun menyenangkan, Henny memimpin senam sambil tersenyum lebar. Anak-anak semakin semangat, diikuti pula oleh para guru yang ikut bergerak bersama.
Tidak berhenti di senam, keceriaan semakin terasa saat Henny ikut bermain permainan tradisional bersama anak-anak, seperti estatak dan engrang batok. Gelak tawa pun pecah, menghadirkan suasana riang sekaligus mengenalkan nilai budaya dan manfaat stimulasi motorik sejak dini.
Momen menyentuh hadir ketika Henny duduk bersila dan membacakan dongeng berjudul “Awan Lalat”. Dengan gaya bercerita ekspresif, ia berhasil memukau anak-anak. Menurutnya, mendongeng bukan hanya hiburan, melainkan jembatan komunikasi yang efektif dalam menanamkan nilai, empati, dan imajinasi.
Bagi Henny, kunjungan ke Tenayan Raya memiliki makna istimewa. Ia mengenang masa lalunya yang pernah tinggal di kawasan tersebut sekitar 15 tahun lalu, saat mendampingi anak-anaknya tumbuh besar.
"Tenayan Raya adalah rumah bagi saya. Kembali ke sini rasanya tidak asing, seperti pulang ke rumah sendiri. Makanya saya gembira bisa hadir untuk melaksanakan program Gerakan Mewujudkan Belajar Riang Bagi Anak (GEMBIRA) Riau," ujar Henny.
Henny menegaskan, masa usia PAUD merupakan periode emas dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Karena itu, ia mendorong guru dan orang tua untuk menghidupkan kembali permainan tradisional serta mendongeng.
"Bermain dan mendongeng bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Itu stimulus kaya yang membangun keterampilan berpikir, empati, dan imajinasi anak," tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan gawai pada anak usia dini. "Kalau bisa, anak usia PAUD dijauhkan dulu dari gadget. Karena membuat konsentrasi mereka terpecah," pesannya.
Tak lupa, Bunda PAUD Provinsi Riau menyoroti pentingnya gizi seimbang melalui kampanye Isi Piringku. Ia mendorong orang tua memberikan asupan bergizi lengkap, mulai dari karbohidrat (nasi, kentang, ubi), protein (ikan, telur, daging), hingga buah dan sayur.
"Pemenuhan gizi seimbang akan membuat anak sehat, aktif, dan siap belajar dengan gembira setiap hari," pungkasnya.*