|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Menjelang akhir tahun anggaran 2025, Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah difokuskan pada pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada, khususnya perbaikan jalan rusak yang menjadi akses vital masyarakat.
Hal itu disampaikannya usai memimpin Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan APBD Riau 2025 di Ruang Melati, Kantor Gubernur, Senin (15/9/2025).
Gubri menekankan bahwa tidak ada pembangunan infrastruktur baru yang diprioritaskan di sisa tahun ini. Anggaran diarahkan untuk pemeliharaan jalan yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah daerah.
"Menjelang akhir tahun tidak ada infrastruktur baru yang kita prioritaskan, kecuali perbaikan jalan rusak yang sudah kita taruh anggarannya di UPT. Ruas jalan di Inhu, Rohul, Rohil, Kampar, Bengkalis, Siak, dan Kuansing tetap kita perhatikan karena aksesnya dipakai banyak orang," tegas Wahid.
Abdul Wahid mengakui kondisi fiskal daerah saat ini cukup berat. Salah satu penyebabnya adalah beban tunda bayar dari tahun sebelumnya yang harus segera diselesaikan. Menurutnya, pemerintah harus memilih antara membayar kewajiban lama atau memaksakan program baru.
"Fiskal kita tertekan karena ada beban tahun lalu berupa tunda bayar. Pilihannya, apakah kita bayar hutang atau jalankan program baru. Saya lebih memilih membayar hutang agar rekanan dan pemerintah tidak terbebani. Saya tahu banyak rekanan yang minjam ke bank, ini juga harus kita perhatikan," ujarnya.
Dari laporan sementara, realisasi fisik APBD baru mencapai 52 persen. Untuk mengejar target hingga akhir tahun, Gubri meminta Sekda bersama jajaran memperkuat coaching clinic bagi seluruh perangkat daerah agar penyerapan anggaran lebih optimal.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja, sekaligus memastikan kewajiban lama diselesaikan agar pembangunan tahun berikutnya dapat berjalan lebih sehat.*