Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : hukum
BNN Riau Akan Miskinkan Tersangka 30 Kg Sabu
Editor : wisly | Penulis: Linda
Rabu , 04 September 2019

PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau menangkap Mawardi, tersangka kepemilikan 30 Kg sabu, di kawasan Maredan, Kabupaten Siak Sri Indrapura. BNNP akan memiskinkan tersangka.

"Kita akan miskinkan bandar-bandar (narkoba) ini. Kita tidak main-main," ujar Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, saat ekspos pengungkapan 30 Kg sabu di kantornya, Rabu (4/9).

Untung menyebutkan, ketika menangkap Mawardi di kawasan Marepan, Kabupaten Siak, tim menilai dia adalah seorang kurir biasa.  Menurut Untung, Mawardi adalah seorang bandar dan pemain lama dalam bisnir narkoba.

Ketika menangkap Mawardi, tim BNNP Riau juga menyita satu unit Fortuner, tiga unit handphone, kartu ATM dari salah satu bank swasta, dan STNK.

Setelah ditelusuri ditemukan aliran-aliran dana di rekening tersangka dalam jumlah besar. "Di ATM yang kami sita sebagai barang bukti, bisa dilihat  aliran dana ke mana saja, ada Rp200 juta, Rp500 juta dan Rp700 juta," kata Untung.

Untuk memiskinkan bandar narkoba ini, Untung menegaskan, pihaknya akan mengusut  Tindak Pidana  Pencucian Uang (TPPU). "Selain narkoba, kami juga akan usut TPPU-nya," tegas Untung.

Pada kesempatan itu, Untung menjelaskan kronologis penangkapan Mawardi.  Dia menyebutkan, Mawardi bekerja sama dengan Mr X untuk membawa sabu ke Pekanbaru.

Awalnya sabu dijemput oleh Mr X ke Bengkalis dengan menggunakan mobil Kijang. Saat perjalanan ke Pekanbaru, Mr X melihat ada razia oleh Polres Siak di Jembatan Siak Sri Indrapura.

"Mr X menerobos razia hingga terjadi kejar-kejaran. Mr X membuang sabu di pinggir jalan di Kecamatan Dayun. Selanjutnya Mr X meneruskan perjalanan ke Pekanbaru," jelas Untung.

Di Pekanbaru, Mr X bertemu dengan Mawardi dan menceritakan tentang sabu yang dibuangnya. Dia  meminta Mawardi mengambil barang haram tersebut dan akan diberi upah.

"Tersangka M tanya berapa ongkosnya dan dia minta Rp 50  juta. Mr X bilang  ambil dulu barang, nanti pembayaran gampang. Mereka sepakat dan berangkat menuju Siak," jelas Untung saat ekspos penangkapan tersangka di Kantor BNNP Riau, Rabu (4/9/2019). 

Minggu (1/9) dini hari, Mr X dan Mawardi berangkat ke Siak dengan menggunakan mobil masing-masing. Mereka berhenti di SPBU, dan Mr X pindah ke mobil Mawardi untuk mengambil sabu yang dibuang di pinggir jalan di daerah Dayun.

Setelah sabu ditemukan, barang haram itu dimasukkan ke mobil Toyota Fortuner milik Mawardi. Selanjutnya, Mr X diantar ke SPBU untuk mengambil mobilnya yang di parkir di sana. "Dari SPBU, mereka menggunakan kendaraan masing-masing untuk kembali ke Pekanbaru," ucap Untung.

Pergerakan mereka diikuti oleh tim BNNP Riau yang sudah melakukan penyelidikan selama hampir dua pekan. Namun di perjalanan, Mr X membelokkan kendaraannya ke arah lain dan menghilang hingga tim melakikan pengejaran terhadap Mawardi.

"Kami sengaja tidak melakukan penangkapan saat di SPBU tapi  dibuntuti dengan sepeda motor. Terus dikejar sampai tembak peringatan tak berhenti hingga menghubungi anggora di Pekanbaru  untuk penghadangan," jelas Untung.

Akhirnya mobil Mawardi dihadang di kawasan Maredan. Setelah digeledah, petugas menemukan sabu yang dikemas jadi bagian. "Sebanyak 20 Kg sabu dikemas dalam karung goni dan 10 Kg sabu disimpan dalam tas jinjing," ungkap Untung 

Saat ini, tim BNNP Riau masih memburu Mr X yang diduga dalang kepemilikan 30 Kg sabu. Diduga sabu-sabu tersebut akan diedarkan di Pekanbaru dan sejumlah daerah lainnya.

"Kami sudah mengetahui identitas Mr X, dan berkomitmen menangkapnya. Dia mengaku akan menghubungi tersangka M kemana barang akan diantarkan dan kita gagalkan,"  Untung 

Saat ini, Mawardi masih ditahan untuk pengembangan penyidikan. Dia jerat dengan Pasal 124 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-undamg Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.*




Berita Lainnya