|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU-Kantor Perwakilan Bank Indonesia I(BI) Provinsi Riau Kembali mengelar Bincang Ekonomi dan Diseminasi Dukung Akselerasi Ekonomi Riau (BEDELAU) 2025. Kali ini Bedelau bertemakan Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau dan Nasional.
Kegiatan merupakan Kalaborasi lintas sektor antara lain Pemerintah Daerah, Otoritas, Akademisi dan pelaku usaha untuk merumuskan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi Riau yang lebih inklusif, berdaya tahan dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. Acara dilaksanakan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (21/10/2025) yang diiikuti ratusan peserta.
Bedelau 2025 menjadi bentuk nyata kontribusi BI memperkuat peran advisory sebagai motor pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun nasional. Forum ini menghadirka nara sumber yang kompoten di bidangnya. Yakni Prof. Bayu Krisnamurti, MS, selaku Guru Besar Agribisnis -IPB Bogor dan Prof.Dr.Adi Sulistiyono, SH, MH selaku Guru Besar Hukum Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Kepala Perwakilan BI Riau, Dr. Panji Achmad dalam pemaparannya mengatakan, Pemerintah Pusat dalam berbagai arahannya menekankan pentingnya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Triwulan 11 2025, BPS mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,12 persen (yoy). Capaian ini ditopang konsumsi domestic yang solid, aktivitas investasi dan ekspor yang meningkat serta aktivitas dunia usaha yang ekspansif.
Ekonomi Riau Tumbuh 4,59 Persen
Sejalan capaian nasional, triwulan II 2025 ekonomi Riau tumbuh 4,59 persen (yoy). Kedati demikian capaian ini masih menjadikan Riau sebagai provinsi dengan PDRB ADHB (Atas Dasar Harga Berlaku) terbesar ke-6 di Indonesia atau ke-2 di luar Jawa, dengan kontribusi 4,98 persen.
"Kinerja posistif ekonomi Riau ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga, investasi yang terus tumbuh, serta kinerja ekspor luar negeri yang tetap solid. Hal ini didorong sektor andalan Riau, yani sektor industry pengolahan, sector pertanian, dan sektor pertambangan dengan komoditas utamanya yaitu kelapa sawit dan turunanya, minyak bumi serta industry bubur kayu dan kertas," paparnya.
BPS juga mencatat inflasi Riau pada September 2025 yaitu 1,11 persen atau 5,08 persen (yoy), lebih tinggi dari Nasional yang mencatatkan inflasi 0,21 persen atau 1,82 persen (yoy). Kendati demikian KPw BI Riau optimis inflasi Riau 2025 akan tetap terkendali dalam rentang sasaran inflasi Nasional yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen (yoy). Hal ini sejalan dengan kuatnya sinergi dan kalaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Riau yang dipimpin langsung Gubernur Riau beserta seluruh instansi OPD terkait melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Dr. Panji Achmad menyebutkan dari sisi stabilitas sisten keungan , kinerja intermediasi perbangkan di Provinsi Riau terpantau masih kuat mendukung pertumbuhan pertumbuhan perekonomian Riau. Kinerja penyaluran kredit kepada korporasi tercatat meningkat, didukung kemamouan bayar koporasi yang tetap baik di tengah kinerja korporasi yang tetap solid. Lebih lanjut penyalran kredit rumah tangga masih tumbuh positif meskipun sedikit melambat dari triwulan sebelumnya. Loan to Deposit (LDR) perbangkan Riau tercatat 79,46 persen.
"Triwulan II 2025, aliran uang tunai masuk atau keluar dari Bank Indonesia mencatatkan posisi net outflow yang lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pergerakan ner-outflow tercatat Rp860,37 miliar, lebih rendah dibandingkan net-outflow triwulan sebelumnya yang tercatat Rp3,34 triliun.
Sementara transaski non tumai di Riau pada triwulan II 2025 menunjukan kinerja yang lebih baik disbanding triwulan sebelumnya. Khususnya transaksi melali SKNBI, BI-RTGS, kartu kredit, UE, dan Qris. Di sisi lain transaksi menggunakan kartu debet menunjukan perlambatan.
2025 Ekonomi Riau Lebih Cerah
Perekonomian Riau pada tahun 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi disbanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan Ekonomi Riau diperkirakan 4,19 persen-4,85 persen (yoy), cendrung bias atas dan lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh sebesar 3,52 persen. Percepatan ekonomi Riau tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh peningkatkan kinerja net-exportLN. Namun demikian , potensi disrupsi perdagangan internasional dan kondisi geopolitik menahan pertumbuhan yang lebih tinggi.
"Inflasi Riau 2025 diperkirakan terendali dalam rentang sasaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen (yoy). Terkendalinya inflasi Riau didukung oleh komponen Valatine Food (VF) atau komoditas pangan bergejolak dan komponen Core Inflation (CI) atau inflasi inti. Sementara komponen inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan mengalami peningkatan yang terkendali.(sp)