Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : dunia
Jumlah Tahanan Perempuan Palestina di Penjara Israel Naik
Editor : wisly | Penulis: republika
Senin , 09 September 2019
Bendera Palestina

RAMALLAH - Palestine Prisoners Centre for Studies (PPCS) menyatakan, saat ini ada 40 perempuan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, Minggu (8/9)

Dilansir Middle East Monitor, Senin (9/9), Felesteen.ps melaporkan PPCS menyatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan pasukan pendudukan Israel menangkap 10-15 wanita Palestina setiap bulan. Para tahanan diinterogasi, beberapa masih di penjara, sementara yang lain menjadi tahanan rumah.

Juru bicara PPCS, Riyad Al-Ashqar mengatakan, pasukan pendudukan Israel menyerbu beberapa daerah di Tepi Barat pekan lalu. Mereka menangkap dosen universitas Widad Al-Barghouthi (57 tahun) dan dua putranya dari Ramallah.

Pasukan pendudukan Israel juga menyerbu Al-Birah dan Qalandia. Mereka menangkap mahasiswa Samah Jaradat dan Mais Abu-Ghosh.

Al-Ashqar mengatakan 27 tahanan perempuan dijatuhi hukuman. Sementara yang lainnya menghabiskan masa tahanan administratif atau masih diinterogasi seperti ibu dari pejuang Palestina Ashraf Naalwa.

Dari mereka yang ditahan, 17 diantaranya merupakan seorang ibu dan lima lainnya adalah mahasiswa. Selain itu, Al-Ashqar mengungkapkan, 10 tahanan wanita menderita kondisi kesehatan yang buruk termasuk Israa Jaabis. Ia menderita luka bakar pada lebih dari 60 persen tubuhnya dan membutuhkan operasi segera.

Sebagai penutup pernyataannya, PPCS menyerukan kepada komunitas internasional untuk menekan Israel agar mematuhi hukum dan konvensi internasional, yang berkaitan dengan perlindungan perempuan. Selain itu, juga meminta agar segera ikut campur menyelamatkan nyawa para tahanan perempuan tersebut.*
 




Berita Lainnya