Sabtu | 15 Februari 2020
PSMTI Riau Gelar Seminar Bisnis Untuk Bersaing di Era Digital
Sekitar 120 peserta mengikuti seminar dengan tema "Siapkah Bisnis Anda.


Minggu | 09 Februari 2020
IKTS Gelar Imlek Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) menggelar Imlek.


Minggu | 09 Februari 2020
Ribuan Warga Pekanbaru Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
Ribuan warga Pekanbaru memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kampung.

Rubrik : nasional
Tidak Aman Jadi Alasan Mahasiswa Papua Pulang Kampung
Editor : putrajaya | Penulis: Achmad Syaiful
Senin , 09 September 2019
Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Rudolf Albert Rodja. [int]

JAYAPURA –  Ratusan mahasiswa asal Papua dari Sulawesi Utara dan beberapa wilayah di Pulau Jawa kembali ke daerah asal mendapat perhatian serius dari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Rudolf Albert Rodja pun merasa khawatir jika mahasiswa asal Papua yang menempuh studi luar Papua menjadi  korban kepentingan elite atau kelompok tertentu dalam momen kerusuhan.

“Kami berharap apa yang disampaikan rektor, mahasiswa jangan sampai menjadi korban kepentingan elite atau kelompok. Ini harus kita cegah, karena mereka adalah aset bangsa yang perlu kita perhatian masa depannya,” tutur Rodja kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (9/9).

Polda Papua mencatat 700 mahasiswa dari sejumlah kota studi telah kembali ke Papua. Mereka berasal dari kota studi Manado, Surabaya dan beberapa daerah lainnya. “Ini harus dipertimbangkan lagi supaya mahasiswa tidak menjadi korban,”tegasnya lagi.
 

Menurut jenderal asal Nusa Tenggara Timur ini, mahasiswa pulang karena alasan keamanan tidak terjamin. Di sisi lain, kepulangan mereka karena disuruh oleh kelompok tertentu, maupun terpancing postingan di media sosial.

Padahal, lanjut Rodja, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyampaikan kepada seluruh jajaran Polda agar menjamin rasa aman bagi seluruh mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di luar Papua.

“Jaminan keamanan sudah disampaikan bapak Kapolri bahwa mahasiswa Papua di seluruh Indonesia aman,” tandasnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa asal Papua dari Sulawesi Utara dan beberapa wilayah di Pulau Jawa yang memilih pulang kampung terancam tidak bisa melanjutkan kuliah di Bumi Cenderawasih. Hal ini dikarenakan daya tampung universitas di Papua terbatas serta aturan yang ketat.

Rektor Univesitas Cenderawasih Ir. Apolo Safanpo meminta pihak Universitas di Papua harus dipertimbangkan kembali persoalan ini. Disamping itu, Pemerintah Daerah, DPRP, MRP harus duduk bersama untuk mencari solusi terkait kepulangan mahasiswa  dari kota studi di luar Papua. (Asi/PS/INI Network)




Berita Lainnya