Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : dunia
Kabut Asap, 400 Sekolah di Malaysia Diliburkan
Editor : wisly | Penulis: republika
Rabu , 11 September 2019
Suasana kawasan Gombak yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/9/2019).

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mengirim setengah juta masker wajah untuk melindungi warga Serawak dari kabut asap. Kebakaran hutan juga mengakibatkan sekitar 400 sekolah ditutup.

Pemerintah Malaysia menuduh asap itu berasal dari Indonesia. Sementara pemerintah Indonesia membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kebarakan hutan juga terjadi di negara-negara lain di seluruh kawasan.

Singapura mengatakan jika angin terus membawa polusi maka dalam 24 jam kualitas udara mencapai tingkat yang tidak sehat. Mereka menyarankan warganya yang sedang sakit untuk segera mencari perawatan medis.

Dalam beberapa pekan terakhir terjadi kebarakan hutan di sejumlah titik di Sumatra dan Kalimatan. Pemerintah Indonesia pun mengirimkan ribuan tentara dan polisi untuk membantu memadamkan kebakaran.

Negara-negara tetangga sudah sering mengeluhkan kabut asap yang disebabkan , kebakaran hutan di Indonesia. Biasanya kebakaran karena petani membakar untuk menanam kelapa sawit. Pemerintah Malaysia pun menutup 409 sekolah di Serawak.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia (NADMA) mengirimkan 500 ribu masker ke Serawak karena indeks polusi udara mencapai level yang tidak sehat. Polusi di salah satu distrik di Serawak mencapai di level 201 yang artinya sangat tidak sehat. NADMA mengatakan udara di lima negara bagian lainnya juga tidak sehat.

Asia Tenggara sudah lama menderita karena kebakaran hutan di Indonesia. Bencana yang disebabkan praktik tebang-bakar yang dilakukan petani Indonesia ini meningkatkan kekhawatiran memburuknya kualitas udara di kawasan itu.*

 




Berita Lainnya