|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBAR—Di tengah percepatan transisi energi global dan komitmen menuju Net Zero Emission, sebuah terobosan berbasis sumber daya lokal lahir dari Riau. Limbah tandan kelapa—yang selama ini kerap dibakar dan dianggap tidak bernilai, berhasil dikonversi menjadi material penyimpan energi berperforma tinggi untuk aplikasi superkapasitor.
Inovasi tersebut dipresentasikan dalam sidang terbuka doktoral di Gedung Balairung Siak Sri Indrapura, Universitas Riau, oleh Sheliona, doktor perempuan asal Riau yang membawa biomassa tropis Indonesia ke dalam peta sains dan teknologi energi internasional.
Superkapasitor merupakan teknologi penyimpanan energi generasi maju yang memiliki kemampuan pengisian daya sangat cepat, stabilitas siklus tinggi, serta potensi aplikasi luas pada kendaraan listrik dan sistem energi terbarukan. Di tengah dominasi material impor dalam industri energi, pengembangan material berbasis biomassa lokal menjadi langkah strategis menuju kemandirian teknologi nasional.
Berangkat dari realitas bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia namun masih minim dalam hilirisasi limbah biomassa, penelitian ini mengembangkan karbon aktif monolit tanpa binder melalui karbonisasi 600°C dan aktivasi CO₂ 900°C dengan optimasi KOH 0,5 M.
Hasil pengujian menunjukkan performa kompetitif kelas global:
• Luas permukaan spesifik: 893,2 m²/g
• Dominasi mikropori: 92,7%
• Kapasitansi spesifik: 328 F/g
• Energi spesifik: 44,9 Wh/kg
• Densitas daya: 193 W/kg
Capaian ini menempatkan material berbasis limbah tandan kelapa Indonesia dalam diskursus riset internasional teknologi penyimpanan energi.
Keunggulan Alami
Penelitian ini menemukan fenomena self-doping heteroatom alami berupa boron, fosfor, dan oksigen (BPO) tanpa tambahan dopan eksternal. Struktur alami tersebut meningkatkan konduktivitas listrik, memperkuat mekanisme pseudokapasitif, serta memperbaiki interaksi elektrolit.
“Ini bukan sekadar penelitian karbon aktif. Ini tentang bagaimana sumber daya lokal Indonesia memiliki nilai strategis dalam teknologi energi masa depan,” ujar Sheliona.
Publikasi Q1 dan Menuju Paten
Riset ini telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Q1 serta dipresentasikan dalam berbagai konferensi internasional dan nasional.
Selain publikasi ilmiah, penelitian ini juga telah menghasilkan luaran kekayaan intelektual berupa: Hak cipta buku ilmiah terkait pengembangan material karbon untuk aplikasi energi serta Hak cipta atas sejumlah poster ilmiah yang dipresentasikan dalam forum akademik
Sementara itu, inovasi material dan metode yang dikembangkan telah diajukan sebagai paten dan kini memasuki tahap akhir proses sertifikasi, menandai kesiapan teknologi ini untuk memperoleh perlindungan hukum penuh serta melangkah menuju hilirisasi industri.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini tidak berhenti pada disertasi, tetapi telah membangun fondasi ilmiah, hukum, dan komersial secara terintegrasi.
Menuju Ekonomi Sirkular
Secara ekologis, pemanfaatan limbah tandan kelapa berpotensi mengurangi praktik pembakaran terbuka. Dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang pengembangan industri berbasis biomassa dan ekonomi sirkular di daerah penghasil kelapa.
Di tengah agenda transisi energi nasional, pengembangan material penyimpanan energi berbasis sumber daya lokal menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas domestik.
Didampingi para promotor—Prof. Dr. Erman Taer, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. Awaludin Martin, S.T., M.T., dan Dr. Ir. Ridwan Manda Putra, M.Si—Sheliona menuntaskan studi doktoralnya dengan capaian publikasi internasional, perlindungan kekayaan intelektual, serta berbagai luaran akademik lainnya.
Keberhasilan ini bukan semata tentang gelar akademik. Ini tentang keberanian membawa potensi daerah ke panggung global.Ini tentang mengubah limbah menjadi nilai, dan riset menjadi solusi*