|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Berbeda dari tahun sebelumnya, perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili tahun 2026 bernuansa Ramadan Perayaan dipusatkan di Kampung Tionghoa Melayu Jalan Karet, Selasa (2/3). Dihadiri Walikota Pekanbaru diwakili Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.
Lebih 1000 porsi makanan buka puasa dibagikan kepada masyarakat yang datang. Terdiri atas sate, bakso, lotek, lontong malam dan berbagai minuman. Detik-detik atau hitung mundur waktu buka puasa dipimpin langsung Plt Sekda,Ingot Ahmad Hutasuhut. Diiringi lagi Marhaban Ya Ramadan.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda), Ingot Ahmad dalam kata sambutannya memberikan apresiasi kepada Panitia Imlek Bersama Pekanbaru yang merayakan Tahun Baru Imlek, namun tetap menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
"Jadikan perayaan Cap Go Meh untuk mempererat kerukunan dan persatuan. Kemudian simbol rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan," katanya.
Ditambahkannya,, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berkomitmen terus mendukung kegiatan yang dapat mempersatukan masyarakat, karena pembangunan perlu kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.
"Semoga Tahun Kuda Api menjadi tahun kebangkitan menjadikan Pekanbaru lebih baik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577, Djohan Oei mengatakan, perayaan Cap Go Meh terasa lebih spesial, karena bersamaan dengan waktu berbuka puasa bagi umat Muslim.
Lebih seribu porsi makanan dibagikan kepada umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Makanan berasal dari pelaku UMKM.
Dikatakannya, Cap Go Meh merupakan salah satu bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek, sekaligus sebagai rangkaian penutup. Perayaan diperingati setiap hari ke-15 Tahun Baru Imlek.
Dalam Tradisi Tionghoa, Cap Go Meh merupakan malam purnama pertama dalam Tahun Baru Imlek, yang dianggap sebagai simbol keberuntungan dan harapan baru.
Cap Go Meh di Indonesia dirayakan dengan beragam kegiatan yang mencerminkan kekayaan budaya Tionghoa. Festival dikenal dengan parade lampion beraneka warna, barongsai dan santapan khas.
Lampion beragam bentuk dan warna menjadi simbol utama Cap Go Meh, terutama lampion merah yang melambangkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran.
Penggunaan lampion yang terang di malam hari dipercaya dapat menerangi jalan kehidupan serta membawa harapan baik bagi masa depan.
Pertunjukan barongsai dan tarian naga liong menjadi atraksi yang tak pernah absen di setiap daerah. Barongsai sendiri dipercaya membawa keberuntungan sekaligus mengusir energi buruk, sedangkan tarian naga seringkali menjadi simbol kekuatan dan kesatuan.
Beberapa makanan khas juga menjadi bagian tradisi Cap Go Meh, misalnya lontong Cap Go Meh yang terkenal di Indonesia. Hidangan merupakan sebuah adaptasi kuliner hasil akulturasi budaya Nusantara, terutama Jawa dan Tionghoa yang juga punya makna bahwa siapapun yang menyantap sajian ini diharapkan bisa membawa keberuntungan dan umur panjang.
Perayaan Cap Go Meh turut dihadiri anggota DPRD Pekanbaru dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pekanbaru. *