Agu 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
PTPN IV-BPBD Riau Kolaborasi Wujudkan Desa Mandiri Peduli Gambut
etalase | Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:25:02 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rls

KAMPAR - Sub Holding PTPN IV PalmCo melalui entitasnya yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Riau, PTPN IV Regional III menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Provinsi Riau dalam upaya mewujudkan kerangka Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). 

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan penyaluran peralatan pendukung penanganan kebakaran kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) desa-desa beareal gambut, seperti Desa Air Terbit, Pagaruyung, dan Sungai Limau, tiga desa yang berbatasan langsung dengan areal inti PTPN IV Regional III Kebun Sei Galuh, Kampar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Jim Gafur dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membangun kolaborasi multipihak dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau, khususnya di kawasan yang didominasi lahan gambut.

Baca :

Ia pun menyambut baik inisiatif yang dihadirkan PTPN IV Regional III. Menurutnya, penanggulangan bencana karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Karhutla merupakan ancaman bersama. Karena itu, upaya pencegahannya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Kami mengapresiasi PTPN IV Regional III yang tidak hanya fokus mengamankan wilayah operasionalnya, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui peningkatan kapasitas seperti ini," kata Jim.

Dalam kegiatan tersebut, Jim juga bertindak sebagai narasumber yang membekali peserta dengan pemahaman mengenai karakteristik kebakaran di lahan gambut, teknik pencegahan, metode dasar pemadaman, hingga prosedur keselamatan saat menghadapi kebakaran.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan relawan-relawan Masyarakat Peduli Api yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi serta menangani potensi kebakaran sejak dini.

Senada, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya pencegahan karhutla bersama masyarakat.

Menurut Bambang, sejak pertama kali berdiri pada 1996, entitas yang sebelumnya bernama PTPN V tersebut secara konsisten menjalankan prinsip zero burning dalam seluruh aktivitas operasional perkebunan. Seiring perkembangan zaman, selain memperkuat kapasitas pencegahan dan penanggulangan secara masif, PTPN IV Regional III juga memanfaatkan informasi teknologi berbasis AI dan IoT melalui sistem pencegahan dini bernama Arfina. 

Seluruh inisiatif tersebut, lanjutnya, berhasil menjaga areal kebun inti perusahaan tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan selama hampir tiga dekade beroperasi.

"Keberhasilan menjaga areal perusahaan dari kebakaran tidak terlepas dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menerapkan prinsip zero burning. Kini, semangat yang sama ingin kami hadirkan di tengah masyarakat agar upaya pencegahan karhutla semakin kuat melalui kolaborasi yang berkelanjutan," ujar Bambang.

Ia menambahkan kawasan bergambut memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan lahan mineral sehingga memerlukan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Bambang berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkuat jejaring komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan sehingga respons terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

"Karhutla bukan hanya persoalan perusahaan atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa perlindungan ekosistem gambut dan lingkungan hanya dapat terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama," jelasnya.*

Terbaru
pekanbaru
Sambut HUT RI, Film Rengat 1949 Ditayangkan di Pekanbaru
Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:52:36 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Cuaca Riau Diprediksi Cerah Berawan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:40:57 WIB
potensa
Sambut HUT RI, EMP Bentu-Korinci Baru Limited Kumpulkan 156 Kantong Darah
Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:40:28 WIB
potensa
Aneka Bakaran Hadir di Jalan Riau, Ada Diskon 20 Persen
Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15:00 WIB
etalase
Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Turun, Jadi Rp3.941 per Kilogram
Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:47:31 WIB
otomotif
Penjualan Mobil di Indonesia Bulan Juli Naik, Tembus 81.115 unit
Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:04:59 WIB
pekanbaru
250 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Akses Layanan Kesehatan Gratis
Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:47:03 WIB
Artikel Popular
4
politik
hukum
Nasional
Sumatera Dikepung 1.195 Titik...
Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:12:11 WIB