|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Pencarian terhadap Boiko Gulo (25), korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, Kabupaten Kampar, masih belum membuahkan hasil. Memasuki hari keenam, Minggu (9/8/2026), Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga 13 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, pencarian terus dilakukan secara intensif dengan mengerahkan tim di sepanjang aliran Sungai Kampar.
"Upaya pencarian korban di hari keenam ini kami optimalkan dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari titik awal kejadian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir sungai. Namun, hingga laporan sore ini disampaikan pukul 16.00 WIB, keberadaan korban masih belum ditemukan," ungkap Adi Candra.
Boiko merupakan warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor berhenti di Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok. Tak lama kemudian, korban melompat ke Sungai Kampar dan terseret arus.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa hingga masyarakat sekitar. Dalam pencarian tersebut, petugas menggunakan perahu karet, perlengkapan selam, kendaraan operasional serta berbagai peralatan pendukung keselamatan.
Di tengah proses pencarian, BPBD Kampar juga mengingatkan personel dan masyarakat yang berada di sekitar bantaran Sungai Kampar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.
Berdasarkan informasi BMKG, Kabupaten Kampar berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Sementara itu, hasil pemantauan menunjukkan elevasi Waduk PLTA Koto Panjang berada di angka 79,74 meter di atas permukaan laut (mdpl).*