Selasa | 15 Oktober 2019
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Pekanbaru Kunjungi Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.


Minggu | 29 September 2019
Pengurus IKTS Periode 2019-2022 Resmi Dilantik
Pengurus Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) periode.


Senin | 23 September 2019
Umat Buddha Pekanbaru Doa Bersama Minta Hujan di Vihara Surya Dharma
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota.

Rubrik : otomotif
Tim Safety Riding CDN Gelar Seminar di Kampus
Editor : wisly | Penulis: Novi
Kamis , 26 September 2019
Peserta seminar, dosen, dan tim safety riding foto bersama. (ist)

PEKANBARU - Tim safety riding PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau melakukan seminar ilmu keselamatan berkendara di Kampus Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Mahaputra Riau, Jalan Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (26/9).

Instruktur safety riding CDN  Steven mengatakan, sebelum memulai perjalanan pengendara baiknya terlebih dahulu melakukan pemanasan diri. Kemudian, memeriksa kelengkapan berkendara seperti  helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, deker atau pelindung tulang kering, dan sepatu.

Selanjutnya, kata Steven, pemeriksaan sepeda motor, seperti memastikan bahan bakar cukup, pemeriksaan oli, pelumas rantai, pemeriksa tekanan ban 25 psi ban depan dan 29 psi untuk ban belakang.

"Baut-baut stan dan baut sasis, termasuk gal yang penting untuk diperiksa. Kemudian, periksa kopling, periksa minyak rem, rem depan belakang, periksa seluruh lampu sepeda motor, cek klakson terakhir posisi kaca spion harus pas," katanya.

Masih kata Steven, postur berkendara juga perlu diperhatikan, pertama pandangan mata harus luas dan arahkan mata kearah yang dituju. Kemudian pundak biarkan tetap  santai, kekerasan tangan saat memegang stang juga diperlukan dan usahakan pinggul duduk pas dengan pembatas jok, lutut dirapatkan dan menjepit tangki untuk motor sport dan pastikan kaki memijak pedal rem.

"Jika berboncengan pastikan penumpang belakang mengunci pengendara dengan cara memeluk perut dengan kuat, lutut harus rapat menjepit pengendara, kemudian posisikan kepala penumpang bisa melihat kedepan supaya bisa berkomunikasi dan ikut menginpormasikan siatusi dijalanan," katanya.

Steven berharap, kepada 100 peserta seminar yang mengusung tema Sarjana Cari Aman bisa menangkap dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, dan menyampaikan kepada teman dan keluarga.

Direktur AMIK Mahaputra Riau, Catriwati Spd MM menyambut baik seminar keselamatan ilmu berkendara ini. Karena rata-rata mahasiswa menggunakan sepeda motor pulang pergi kuliah. Namun, banyak pula mahasiswa belum memahami bagaimana berkendara dengan baik.

"Kita coba memberikan arahan supaya mahasiswa paham cara aman berkendara. Selain itu, mahasiswa perlu paham bahwa berkendara itu sudah ada standar dan prosedurnya," katanya.

Ia mengaku kegiatan baru pertama dilakukan di kampus yang ia pimpin. Kendati demikian pemahaman ilmu berkendara dapat terus diberikan tim safety riding Capella Honda kepada mahasiswa Amik Mahaputra khusunya.*




Berita Lainnya