Okt 2026
16

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
376 Kasus ISPA Serang Masyarakat Pekanbaru Sejak Awal Agustus 2026
pekanbaru | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:45:34 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : pekanbaru.go.id
ilustrasi

PEKANBARU — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 376 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi akibat dampak kabut asap sejak awal Agustus 2026. Temuan ratusan kasus penyakit pernapasan tersebut tersebar dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan menyatakan bahwa mayoritas pasien yang terdata mengalami gejala ISPA kategori Non-Pneumonia. Pihaknya mengonfirmasi bahwa sebagian besar masyarakat mengeluhkan gangguan kesehatan berupa batuk, pilek, hingga radang tenggorokan.

"Yang pneumonia hanya sembilan orang, selebihnya non-pneumonia," kata Edi Satriawan saat memberikan keterangan resmi pada Kamis (20/8/2026).

Baca :

Edi menambahkan bahwa angka penanganan kasus ISPA pada bulan sebelumnya mencatatkan jumlah yang jauh lebih tinggi. Pada Juli 2026, pusat layanan medis setempat menangani sebanyak 5.325 kasus ISPA yang juga didominasi oleh kategori Non-Pneumonia.

"Sedangkan yang mengalami ISPA kategori pneumonia pada Juli lalu hanya 20 kasus," jelas Edi.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan kebakaran hutan dan lahan. Agung menjelaskan bahwa fenomena El Nino turut memicu kondisi suhu udara di wilayah perkotaan menjadi lebih panas dan kering dari biasanya.

Suhu udara harian di Kota Pekanbaru dilaporkan dapat mencapai 32 derajat Celsius selama periode fenomena iklim tersebut berlangsung. Atas kondisi geografis ini, pemerintah daerah mendorong warga agar memprioritaskan tindakan pencegahan guna menjaga kondisi fisik.

"Karena suhu kering dan panas meningkat, masyarakat harus menjaga kesehatan, itu yang utama," ujar Agung Nugroho.

Ia memaparkan bahwa langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cara membatasi intensitas kegiatan di luar ruangan selagi kondisi kualitas udara masih berfluktuasi. Imbauan diharapkan mampu menekan angka penderita gangguan pernapasan di tengah ancaman asap dan cuaca ekstrem.*

Terbaru
pekanbaru
Wisuda ke-9, Universitas Hang Tuah Pekanbaru Lepas 682 Lulusan
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:48:14 WIB
inhu
Sekda Inhu Tinjau Sekolah Penerima Bantuan Dana Revitalisasi
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34:39 WIB
potensa
PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:25:07 WIB
pekanbaru
NTP Riau Naik 1,39 Persen Pada September 2026
Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:00:00 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Hujan Berpotensi Turun di Riau Hingga Malam Hari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:00:00 WIB
sportainment
Hajar Manc City 4-2, PSG Kukuh di Puncak Liga Champions
Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:06:04 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
3
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB