|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Piala Pangdam XIX/Tuanku Tambusai ke-1, Jumat (21/8/2026).
Kejuaraan yang digelar di lapangan Tenis Makodam XIX/ Tuanku Tambusai Jalan Mayor Ali Rasyidbberlangsung hingga 24 Agustus 2026 tersebut menghadirkan petenis senior nasional, termasuk pemain yang berada di peringkat 1 hingga 5 nasional.
Kehadiran para petenis papan atas itu diharapkan menjadi pemicu bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan prestasi.
"Juara tenis nasional dari peringkat 1 sampai peringkat 5 kita hadirkan di Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Saya yakin dan percaya, dengan kehadiran atlet-atlet yang memiliki potensi kuat untuk berkarier di bidang tenis, bisa memicu para atlet yang ada di daerah," kata Mayjen Agus.
Menurutnya, kehadiran atlet nasional memberikan kesempatan kepada petenis daerah untuk melihat langsung kualitas permainan di level nasional. Hal itu sekaligus menjadi pengalaman penting bagi atlet dalam mengevaluasi kemampuan dan memacu diri untuk berkembang.
"Ini bisa memicu para atlet yang ada di daerah untuk merasakan seberapa keras permainan di tingkat nasional, sehingga kita bisa mengukur diri dan memacu agar kita bisa lebih baik lagi," ujarnya.
Selain kategori senior nasional, Kejurnas tersebut juga diramaikan pertandingan antarinstitusi yang diikuti tim dari berbagai daerah dan instansi di Provinsi Riau serta Kepulauan Riau.
Mayjen Agus menyebut sekitar 50 tim ambil bagian dalam pertandingan antarinstitusi. Peserta berasal dari berbagai instansi yang mewakili kabupaten dan kota, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi.
Menurut Agus, pertandingan antarinstitusi sengaja digelar untuk membangun kolaborasi melalui olahraga. Tidak hanya TNI, kegiatan tersebut juga mempertemukan unsur instansi dan daerah dalam satu arena kompetisi.
"Kolaborasi yang kita lakukan tidak hanya di dalam bidang tugas kita sehari-hari. Dalam olahraga pun kita lakukan kolaborasi," kata Mayjen Agus.
Untuk kategori senior nasional, pertandingan diselenggarakan dalam format tunggal dan beregu. Sementara kompetisi antarinstitusi mempertandingkan sejumlah kategori, termasuk kelompok usia 40 tahun ke atas, kategori bebas, dan kategori campuran.
Mayjen Agus mengatakan, kejuaraan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi wadah bagi komunitas tenis untuk bersilaturahmi, bertukar pengalaman, berlatih, sekaligus mengukur perkembangan olahraga tenis di daerah.
"Kejuaraan ini tidak semata-mata kita maknai sebagai ajang untuk memperebutkan gelar, tetapi lebih dari itu menjadi wadah untuk kita bisa silaturahmi, saling mengenal, berkomunikasi, kemudian saling berlatih untuk bisa memajukan tenis yang ada di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau," ujarnya.
Dorong Pembinaan Berjenjang
Mayjen Agus menilai kompetisi seperti Kejurnas Piala Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dapat menjadi sarana untuk melihat hasil pembinaan atlet di daerah.
Melalui pertandingan, kemampuan atlet yang selama ini dibina dapat diukur. Perkembangan prestasi maupun kekurangan yang masih perlu diperbaiki juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun program pembinaan selanjutnya.
"Dari kompetisi seperti inilah kita dapat melihat sejauh mana kemampuan atlet yang telah dibina, bagaimana perkembangan prestasinya serta hal-hal yang harus diperkuat dan ditingkatkan," kata Mayjen Agus.
Karena itu, ia berharap pembinaan tenis tidak berhenti pada penyelenggaraan pertandingan. Pembinaan harus dilakukan secara konsisten, berjenjang, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga provinsi.
Ia optimistis, pembinaan atlet sejak usia dini dapat membuka peluang bagi Riau dan Kepulauan Riau untuk melahirkan petenis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Mayjen Agus juga menilai geliat olahraga tenis di sejumlah wilayah mulai kembali tumbuh. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu terus didorong dengan menyediakan ruang bagi atlet dan komunitas untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka.
"Yang tadinya tidur sudah bangun lagi, yang setengah tidur sudah mulai aktif lagi. Yang aktif dan ada sarananya bisa mengaktualisasikan kemampuannya di kejuaraan tenis yang kita selenggarakan," ujarnya.
Kepada seluruh peserta, Mayjen Agus berpesan agar kejuaraan dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas diri.
Ia meminta seluruh atlet bertanding dengan semangat dan menjunjung tinggi fair play serta sportivitas.
"Kemenangan memang menjadi tujuan, tetapi yang lebih penting justru sportivitas menjadi kehormatan yang harus kita junjung tinggi. Menanglah dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan lapang dada," tegasnya.
Menurut Mayjen Agus, keberhasilan kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara. Kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang semakin berkualitas, berkarakter, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Provinsi Riau, panitia, wasit, ofisial, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan.
Dalam kesempatan itu, Mayjen Agus turut menyampaikan rencana menjadikan fasilitas tenis di lingkungan Kodam XIX/Tuanku Tambusai sebagai ruang aktivitas bersama bagi komunitas tenis.
Ia berharap sarana tersebut dapat dimanfaatkan untuk olahraga bersama, latihan, sekaligus mempererat komunikasi antarpemain dan komunitas tenis.
"Olahraga tenis ini bukan olahraga yang spesial, bisa dilakukan oleh siapa saja," pungkas Mayjen Agus.*