|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jokowi (Projo) Provinsi Riau menggelar aksi sosial dengan membagikan 7.000 masker secara gratis kepada masyarakat dan pejalan kaki di Jalan Sudirman, tepatnya di kawasan bundaran lampu merah depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Jumat (28/8).
Masker dibagikan langsung Ketua DPD Projo Riau, Dodi Kurniawan, SE, Bendahara DPD Projo Riau Nata Hedy Nyo, SE, SH, MH, OKK DPD PROJO Riau Ibnu Farid Hasibuan, S.Sos, Wakil Kepala Bidang (Wakabid) Sosial Budaya Christian Purba Tambak, SH, MH dan pengurus lainnya. Turut hadir relawan pendukung, di antaranya TP Batu Bara dan Icha Susanti.
Ketua DPD Projo Riau, Dodi Kurniawan, SE mengatakan, pembagian masker merupakan arahan Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, agar seluruh kader di daerah selalu peka, bergerak aktif dan tanggap terhadap situasi sosial kemasyarakatan di wilayah masing-masing.
"Sesuai dengan arahan dari Ketua Umum kami, Bapak Budi Arie Setiadi, kader Projo harus selalu berada di garis depan untuk membantu rakyat. Hari ini kami membagikan 7.000 masker secara gratis, menyasar langsung para pejalan kaki dan pengendara yang melintas di seputaran Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau," tambahnya.
Ditambahkannya, salah satu tujuannya menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di Bumi Lancang Kuning ditengah kabut asap yang mengakibatkan kualitas udara menurun.
"Melalui gerakan 'Jaga Kesehatan Anda' dan komitmen teguh organisasi 'Setia di Garis Rakyat', DPD Projo Riau akan terus konsisten mengawal serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan, kesehatan, dan persatuan masyarakat luas," ungkapnya.
Selain membagikan masker, pengurus DPD Projo Riau mengedukasi warga agar tetap menjaga kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.
Seperti diketahui, bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuat kualitas udara Pekanbaru berada di level tidak sehat dan berbahaya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan siswa sekolah terpaksa diliburkan.*