Selasa | 15 Oktober 2019
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Pekanbaru Kunjungi Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.


Minggu | 29 September 2019
Pengurus IKTS Periode 2019-2022 Resmi Dilantik
Pengurus Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) periode.


Senin | 23 September 2019
Umat Buddha Pekanbaru Doa Bersama Minta Hujan di Vihara Surya Dharma
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota.

Rubrik : pekanbaru
PDPA Johor Lantik 34 Pengurus YAMISTARI Riau
Editor : wisly | Penulis: Rivo
Senin , 30 September 2019
Pelantikan

PEKANBARU - Presiden Dewan Perdagangan Asean Johor melantik 34 pengurus baru Yayasan Membangun Insan Semesta Negeri (YAMISTARI) Indonesia. Pelantikan sekaligus penandatanganan MOU antara Presiden Dewan Perdagangan Asean Johor dengan Yamistari Indonesia, Senin (30/9) siang di Hotel Pengeran Pekanbaru.

Ada 34 Pengurus Yamistari yang baru di lantik, di antaranya H Rusli Bsc, Azwar Endang, Hazam, Yahya Said, Suanto, Drs Taspita, Ismar Endang, Roesman, Sariaman, Ali Aswar, Harry Suyitno, Dharma kemudian Zuhrian Muqti, Afrizal Putra, Sosiarlita, Winda Anglina, Desrinawati, Rimba Afrianti, Desriani, Hasan Husni, Nasrun, Afizan seterusnya Sukatno, Amir Endang, Rufi Iswara, Makhzun Hafas, Ficy Mahmuda, Roni, Barita, Hamid, Yudianto, Muhammad Fauzi, Efrizal dan Rinaldi.

Presiden Dewan Perdagangan Asean Johor, Moehammad Izat Emir mengatakan, Asean membantu untuk membangun perekonomian dari berbagai kalangan di 10 negara serta membantu sama lainnya.

Semenjak berselisih pahamnya Amerika dengan China, Asean mempunyai peluang yang luas untuk merebut pasaran, karena orang Amerika yang dahulunya memberi kebebasan kepada China, sekarang justru mau menjatuhkan China dalam berbagai hal.

"Jadi di Asean, kita ada semuanya dimana di dalam 10 negara ini ada minyak, padi, kelapa sawit dan cukup semuanya. Kalau kita kerjasama antara satu dengan yang lain, dan kalau ada kekurangan kita harus saling membantu antara Asean dan Asia, supaya dapat membekalkan permintaan luar negara," terangnya.

650 juta rakyat Asean, terdiri dari sebagian besar keturunan Melayu, ada Melayu Indonesia, Melayu Brunai, Melayu Kamboja dan Melayu Myanmar. "Itu semua rata-rata Melayu. Bangsa Melayu yang termashur dari zaman pulau Riau dulu sampai ke kota Malaka, rakyatnya mempunyai cita-cita yang tinggi," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau yang di wakili oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Yulwiriati Moesa mengatakan, semoga produk UKM dapat di pasarkan di Malaysia. Dan pemerintah Indonesia selalu senantiasa menerapka daya saing internasional dan membangun ekonomi rakyat,"

"Saya harap dengan adanya kerjasama ini, dapat membantu pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dan membuka kerja sama dengan pihak manapun terutama dengan Asean," ujar Yulwiriati.*




Berita Lainnya