|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

BAGANSIAPIAPI - Penyebaran Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria di Kabupaten Rokan Hilir meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Rokan Hilir hingga bulan Agustus dan September 2026 menunjukkan kasus DBD sebanyak 1.227 kasus sedangkan kasus malaria sebanyak 2.976 kasus.
Penyebaran kasus DBD banyak ditemukan di wilayah kecamatan Bangko sedangkan kasus malaria didominasi di beberapa kecamatan diantaranya kecamatan Palika, Sinaboi dan Kecamatan Bangko. Namun, untuk yang paling banyak ditemukan kasus malaria yakni di Kecamatan Sinaboi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir, Maria Susanti S.Far Apt MM pada Selasa (29/9) mengatakan, Diskes Rohil telah melakukan langkah strategis untuk menekan penyebaran kasus DBD dan malaria, yakni menguatkan koordinasi lintas sektor serta menggiatkan kembali gotong royong ditengah masyarakat.
Tidak hanya itu, himbauan untuk melakukan gerakan kamis bersih juga sudah di sebar ke setiap OPD agar menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kantor demi pencegahan DBD dan malaria.
"Memang saat ini kondisi DBD dan malaria sedang meningkat, kasus malaria per Januari hinga September berkisar di angka 2.996 kasus kalo DBD itu 1.227 kasus. Namun kami tidak diam, langkah strategis terus dilakukan seperti menguatkan kordinasi Lintas sektor serta menggiatkan gotong royong baik itu dilingkungan Pemerintahan hingga ke masyarakat," katanya.
Maria menuturkan, langkah persuasif juga terus dilakukan melalui pemerintah kecamatan dan kepenghuluan untuk mengajak masyarakat agar sama sama menjaga kebersihan lingkungan. *