|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus menggenjot sinergi dengan perbankan dan pengembang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Langkah dilakukan melalui optimalisasi pembiayaan perumahan, selain mempercepat pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan percepatan penyediaan rumah layak membutuhkan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pertanahan Nasional (BPN), perbankan, hingga pengembang.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program perumahan berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
"Kami terus mengawal program ini dengan berkoordinasi bersama balai, pemerintah kabupaten dan kota, BPN, serta pihak-pihak terkait lainnya," ungkap SF Hariyanto baru-baru ini di Pekanbaru.
Ia mengaku rutin menggelar rapat koordinasi untuk mendengar langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan begitu, persoalan yang menghambat pelaksanaan program dapat segera dicarikan solusi.
"Saya juga sering mengundang mereka dalam rapat untuk mendengar langsung kendala yang terjadi di lapangan, karena tujuan kita satu, yaitu mempercepat BSPS," ujarnya.
SF Hariyanto menegaskan, upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada satu program. Karena itu, Pemprov Riau juga mendorong optimalisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui penguatan kerja sama dengan perbankan dan pengembang.
Skema tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak keluarga untuk memiliki hunian yang layak sesuai kemampuan ekonomi mereka.
"Program ini merupakan program Bapak Presiden yang perlu kita percepat dan kita selesaikan tepat waktu. Kami juga berharap ke depan alokasi untuk Riau dapat terus ditambah sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program perumahan," sebutnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang terus diperkuat agar program perumahan di Riau tidak hanya mampu menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan.
Dengan sinergi tersebut, akses masyarakat terhadap hunian layak diharapkan semakin terbuka, baik melalui bantuan perbaikan rumah maupun fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah.*