|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Energi Bintang Riau (EBR) United FC U-13 bersiap melanjutkan perjuangan di Piala Soeratin Nasional 2026/2027. Setelah tampil gemilang di Zona 1 Sumatera Utara, tim muda asal Riau itu kini membidik tiket semifinal pada putaran delapan besar nasional yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Dukungan terhadap perjuangan EBR disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis Basri, saat melepas tim tersebut mewakili Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Hotel The Premiere Pekanbaru, Senin (12/10/2026) malam.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Asprov PSSI Riau sekaligus CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah.
Pengurus EBR United FC, Iwan Syafruddin, menegaskan timnya harus menjaga semangat, kekompakan, dan kepercayaan diri saat menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Ia meminta para pemain tidak ragu terhadap kemampuan diri maupun potensi yang dimiliki tim.
"Jadi, kalian harus percaya pada diri sendiri. Percaya pada apa yang tim kalian miliki," pesan Iwan kepada para pemain.
Menurutnya, keyakinan harus disertai kerja keras, doa, dan semangat untuk terus berkembang. Ia berharap para pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta menjalani pertandingan dengan lancar dan bisa membawa pulang kemenangan.
EBR dijadwalkan bertolak besok, menuju lokasi kompetisi melalui Jakarta dengan penerbangan pukul 13.00 WIB. Putaran final Piala Soeratin Nasional 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada 15–26 Oktober 2026.
Iwan mengatakan, pencapaian EBR hingga menembus delapan besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih, klub tersebut belum genap berusia dua tahun, tetapi sudah mampu menunjukkan perkembangan dan meraih prestasi di kompetisi sepak bola usia dini.
Sebelumnya, EBR United FC berhasil menjuarai Piala Soeratin Seri Riau 2026/2027 untuk kategori U-13 dan U-17. Hasil tersebut mengantarkan kedua tim menjadi wakil Riau di tingkat nasional.
Keberhasilan tim U-13 menyapu bersih pertandingan di Zona 1 Sumatera Utara menjadi modal penting untuk menghadapi babak selanjutnya. Manajemen berharap pencapaian itu menjadi pijakan untuk meraih hasil lebih tinggi sekaligus mengharumkan nama Riau.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Riau, Edward Riansyah, mengapresiasi perjuangan EBR United FC serta dukungan para orang tua yang konsisten mendorong anak-anak mereka menekuni sepak bola.
Menurut Edward, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam pembinaan pemain muda. Ia juga menilai EBR berpotensi menjadi tolok ukur bagi sekolah sepak bola (SSB) lainnya di Riau.
Mengelola klub dan membina pemain sejak usia dini, katanya, bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan komitmen, pengorbanan, serta kesungguhan dari pengurus, pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat.
"Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mendukung anak-anaknya melakukan kegiatan positif melalui sepak bola. Semoga perwakilan Riau bisa berprestasi di tingkat nasional dan pulang membawa piala," ujar Edward.
Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, keberhasilan di kelompok usia muda harus menjadi awal perjalanan menuju level profesional, bukan tujuan akhir.
"Banyak pemain yang bersinar saat usia muda, tetapi kesulitan melanjutkan karier ketika memasuki level profesional. Jadi, jangan menganggap prestasi di tingkat nasional kelompok usia ini sebagai akhir perjalanan. Ini justru menjadi jalan menuju sepak bola profesional," tegasnya.
Edwar yang juga menjabat sebagai CEO PSPS Pekanbaru menyebut peluang pemain lokal untuk menembus kompetisi profesional mulai terbuka. Saat ini, terdapat lima pemain muda asal Riau yang masuk dalam skuad PSPS.
Ia berharap jumlah tersebut terus bertambah dalam empat hingga lima tahun ke depan. Untuk mewujudkannya, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari kelompok usia U-13, U-15, U-17, U-18, hingga U-20 sebelum pemain memasuki level senior.
Dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan, ia optimistis semakin banyak talenta lokal yang mampu bersaing dan memperkuat klub profesional.
Disisi lain, Kadispora Riau, Yurnalis Basri, juga memberikan apresiasi atas pencapaian EBR United FC yang berhasil membawa nama Riau ke panggung nasional.
Dalam sambutannya, Yurnalis menyampaikan salam hormat dari Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang belum dapat hadir secara langsung. Ia berharap EBR terus berkembang melalui pengelolaan yang fokus dan berkelanjutan.
"Terus kembangkan EBR dengan baik. Yakinlah, cepat atau lambat, Pak Gubernur pasti akan hadir memberikan dukungan secara langsung," ujarnya.
Yurnalis juga mengapresiasi peran Iwan, keluarga, para pengurus, serta orang tua yang telah berkontribusi dalam perjalanan tim hingga mampu menembus kompetisi nasional.
Ia berharap EBR dapat memenuhi target yang telah ditetapkan dan kembali ke Riau dengan membawa hasil yang membanggakan.
"Semoga target yang sudah disampaikan dapat tercapai dan membawa hasil terbaik saat pulang nanti," katanya bersemangat.
Dalam kesempatan itu, Yurnalis turut menunjukkan dukungannya terhadap PSPS Pekanbaru dengan mengenakan jaket klub berjuluk Askar Bertuah tersebut. Ia mengaku kerap memakai atribut PSPS dalam berbagai kegiatan olahraga sebagai bentuk kebanggaan terhadap klub kebanggaan masyarakat Riau itu.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya mendukung perkembangan olahraga selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Sepanjang bisa dibantu pemerintah dan tidak melanggar regulasi, kita akan mendukung," tegasnya.
Ia juga menyoroti antusiasme masyarakat terhadap PSPS, termasuk kehadiran sekitar 13.040 penonton pada pertandingan sebelumnya.
Yurnalis berharap PSPS mampu mempertahankan tren positif dan meraih kemenangan dalam laga berikutnya menghadapi Persiku Kudus.
Yurnalis menegaskan, peningkatan prestasi olahraga Riau membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola klub, pembina, orang tua, dan masyarakat.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya mengantarkan EBR United FC meraih prestasi di Piala Soeratin Nasional, tetapi juga memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia dini di Riau agar semakin banyak pemain lokal mampu menembus level profesional.*