|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Atraksi barongsai dan sembahyang bersama meriahkan peresmian Cetiya Dewi Phoenix Jalan Guruh Sulaiman, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Minggu (18/10/2026) pagi. Peresmian dihadiri Walikota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Masriyah dan Pembimas Buddha Kemenag Riau, Wiryanto.
Peresmian ditandai dengan membuka selubung papan nama dan penandatanganan prasasti oleh Staf Ahli Pemko Pekanbaru, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kementerian Agama (Kemenag) Riau dan Perintis atau Suhu Cetiya Dewi Phoenix, Lie Bao Nie.
Wako Pekanbaru dalam kata sambutannya yang dibacakan Masriyah mengatakan, warga Tionghoa telah menjadi bagian dari Kota Pekanbaru. "Keberagaman menjadi kekuatan yang harus di jaga bersama. Perbedaan menjadi kekuatan untuk saling mengenal, menghormati dan memperkuat persatuan," tambahnya.
Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dilihat dari kualitas hubungan antar sesama, rasa aman, kepeduluan sosial dan kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.
"Saya berharap cetiya tidak hanya untuk menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi menjadi bagian dari membangun masyarakat yang damai, peduli dan saling menghargai. Menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita harus perkuat komunikasi dan membangun semangat gotong royong demi membangun Pekanbaru yang semakin maju dan sejahtera," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wako Pekanbaru mengajak seluruh masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga ketertiban, merawat kebersihan lingkungan serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Pembimas Buddha Kemenag Riau, Wiryanto berharap Cetiya Dewi Phoenix bermanfaat bagi semua, khususnya umat Buddha. Menjadi tempat membina kehidupan umat beragama serta mempelajari Agama Buddha.
Selain itu, lanjutnya, umat diharpkan dapat menjaga kerukunan dengan lingkungan sekitar. Sehingga berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Pekanbaru yang majemuk.
Pemilik Cetiya Dewi Phoenix, Ronny Chua mengatakan, peresmian sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Phoenix. Kehadiran Cetiya Dewi Phoenix diharapkan dapat menjadi tempat puja bakti, sebagai tempat memupuk kebaikan dan kebajikan serta sebagai tempat meditasi.
Pada kesempatan tersebut, Ronny Chua mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang hadir dari berbagai organisasi Tionghoa maupun tokoh Agama Buddha di Pekanbaru serta tokoh masyarakat setempat.
Peresmian ditutup dengan makan siang dan foto bersama.*