Okt 2026
22

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Hari Santri Nasional, Syahrial Abdi Tekankan Enam Nilai Penguat Bangsa
pekanbaru | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:31:09 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo

PEKANBARU - Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga persatuan dan memperjuangkan kemajuan bangsa. Jika dahulu ulama dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad, kini santri dituntut berkontribusi melalui ilmu, akhlak, karya, dan inovasi.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026).

Dalam amanatnya, Syahrial menegaskan enam nilai utama yang harus tertanam dalam diri setiap santri, yakni iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan. Keenam nilai tersebut menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Baca :

"Enam nilai harus hidup di hati santri, yaitu iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan," tegasnya.

Ia mengatakan, perjuangan ulama dan santri pada masa kemerdekaan menunjukkan bahwa kekuatan santri tidak hanya terletak pada ilmu dan keyakinan, tetapi juga keberanian dalam menjalankan tanggung jawab terhadap bangsa.

Namun, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tantangan yang dihadapi santri telah berubah mengikuti perkembangan zaman. Santri tidak lagi hanya dituntut menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan dan mendorong kemajuan Indonesia.

Hal itu sejalan dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini, "Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas". Menurut Syahrial, tema tersebut mengandung pesan agar santri mengambil peran lebih luas dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Kita harus menyiapkan generasi yang memiliki ilmu agama, ilmu pengetahuan, teguh dalam menjaga akhlak, berani, berkarya, dan berinovasi," ujarnya.

Syahrial menjelaskan, ilmu merupakan jalan menuju kemajuan, sedangkan amal menjadi wujud nyata dari ilmu yang dipelajari. Sementara itu, akhlak mencerminkan kemuliaan pribadi yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan, ilmu tanpa amal tidak akan memberikan manfaat berarti bagi masyarakat. Begitu pula kemajuan tanpa persatuan tidak akan mampu memperkokoh bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, pemikiran kritis, dan inovasi. Tradisi pendidikan pesantren perlu terus dijaga dengan tetap memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan sesuai perkembangan zaman.

"Kedalaman ilmu bisa memperkuat karakter dan meningkatkan keberanian dalam berinovasi. Terus jaga tradisi pendidikan di pesantren dengan memberi ruang untuk tumbuh kembang kreativitas dan pemikiran yang beragam," katanya.

Selain penguasaan ilmu pengetahuan, Syahrial menekankan pentingnya kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi untuk membentuk generasi yang berintegritas, berkarakter kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan para santri agar tetap rendah hati, menghormati guru dan orang tua, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Di tengah keberagaman, santri diharapkan mampu menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan mengedepankan sikap saling menghargai.

Menurutnya, keluasan wawasan, kedalaman ilmu, dan banyaknya pengalaman semestinya membuat seseorang semakin bijaksana dalam bersikap, bukan justru mudah menyalahkan orang lain.

"Jika luas wawasannya, luas pengetahuannya, kaya pengalamannya, pasti sedikit menyalahkan orang lain," tuturnya.

Syahrial berharap santri, khususnya di Provinsi Riau, mampu tampil di barisan terdepan dalam membawa perubahan positif. Kebanggaan sebagai santri, menurutnya, harus diwujudkan melalui karya, prestasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, semangat perjuangan yang diwariskan para ulama dan santri pada masa kemerdekaan dapat terus hidup dalam bentuk pengabdian sesuai tantangan zaman, sekaligus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.*

Terbaru
pekanbaru
Lepas 1.351 Lulusan, Umri Gelar Wisuda ke-31 Selama Dua Hari
Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:53:14 WIB
sportainment
Hadapi Persikad, PSPS Pekanbaru Siap Pertahankan Posisi Puncak
Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:42:48 WIB
pekanbaru
Hari Santri Nasional, Syahrial Abdi Tekankan Enam Nilai Penguat Bangsa
Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:31:09 WIB
pekanbaru
Kasus ISPA di Riau Tembus 35.910, Pekanbaru Tertinggi
Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:04:40 WIB
otomotif
Honda Kembali Pamerkan Brio S CVT di Mal SKA, Mobil Ready Stock
Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:11:54 WIB
Artikel Popular
politik
RBN Riau Disambut Antusias, 1.169 Siswa...
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:27:56 WIB
hukum
Nasional
2.458 Penerbangan Terdampak Asap...
Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42:55 WIB