Selasa | 15 Oktober 2019
PUB Bodhisattva Mahasthamaprapta Pekanbaru Kunjungi Panti Asuhan Rumah Bahagia
Menyambut Hari Besar Bodhisattva Mahasthamaprapta (Se Thian Putco ), Persamuan.


Minggu | 29 September 2019
Pengurus IKTS Periode 2019-2022 Resmi Dilantik
Pengurus Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang & Sekitarnya (IKTS) periode.


Senin | 23 September 2019
Umat Buddha Pekanbaru Doa Bersama Minta Hujan di Vihara Surya Dharma
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota.

Rubrik : etalase
SWI Kembali Temukan 133 Fintech Ilegal
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Rabu , 09 Oktober 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Satgas Waspada Investasi (SWI) bersama anggotanya, tiga belas kementerian/lembaga, kembali menindak 133 entitas yang melakukan fintech peer to peer lending dan ilegal. Mereka belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"133 entitas  kita temukan hingga awal Oktober 2019. Kita tidak ingin korban bertambah akibat fintech ilegal tersebut," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing dalam rilisnya.

Dikatakannya, Satgas Waspada Investasi terus memberikan edukasi masif kepada masyarakat. Karena, masih banyaknya penawaran pinjaman online dari perusahaan fintech tak berizin yang tentunya merugikan masyarakat.

Ia mengingatkan, masyarakat perlu paham dalam memilih perusahaan fintech legal yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, Satgas sudah bekerja sama dengan Dinas Kominfo Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jaya dalam bentuk penayangan iklan supaya masyarakat makin paham dan menghindari fintech ilegal.

"Yang jelas keberadaan fintech ilegal sangat merugikan. Harapan dengan edukasi ini masyarakat semakin paham," katanya.

Sebelumnya, pada awal September 2019, SWI menemukan 123 entitas Fintech Peer To Peer Lending ilegal. Namun dalam perkembangannya terdapat enam entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan fintech peer to peer lending melainkan aplikasi MJASA SYARIAH milik Kospin Jasa, aplikasi Shopintar milik PT Karya Widura Utama, aplikasi milik Komputerkitcom, aplikasi milik LuckyNine Apps, aplikasi Smartech milik PT Smartech Kredit Indonesia, dan aplikasi Mentimum milik PT Dinamika Mitra Sukses Makmur sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Selanjutnya dengan kembali ditemukan 133 entitas fintech peer to peer lending ilegal menambah angka entitas yang ditangani SWI hingga Oktober 2019 ada 1.073 entitas. Sedangkan total yang telah ditangani SWI terhadap entitas fintech peer to peer lending ilegal dari 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 1.477 entitas.*

 




Berita Lainnya