19 Zulqaidah 1441 H / Jumat, 10 Juli 2020
Desember 2018, BPBD Tangani 13 Bencana
Otonomi | Minggu, 3 Maret 2019
Editor : redaktur | Penulis :
Ilustrasi
BENGKALIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis tangani sebanyak 13 bencana di Kabupaten Bengkalis selama bulan Desember 2018.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Darwissam melalui surat yang dikirimkan ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis Kamis, 2019-03-03.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, bencana yang ditanggulangi BPBD bulan Desember meningkat sebanyak 3 kasus. Dimana terdapat 10 kasus yang terjadi pada bulan November lalu.

Adapun bencana yang ditanggulangi pada bulan Desember yakni pada 1 Desember 2018 telah ditemukan mayat berjenis kelamin perempuan 1 orang di perairan Desa Pambang Pesisir dan berjenis kelamin laki-laki 1 orang di perairan Desa Papal di Kecamatan Bantan.

Dilokasi terpisah, kembali ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki 2 orang di Pinggiran Pantai Desa Perapat Tunggal di Kecamatan Bengkalis.

Masih di tanggal yang sama terjadi banjir di Desa Muara Dua yang diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dan di tambah dengan kondisi Sungai Siak Kecil yang meluap sehingga mengakibatkan air melimpah atau tertahan dan tergenang mengenai rumah masyarakat dan fasilitas umum.

Kejadian 1 hingga 21 Desember 2018, terjadi banjir di Jalan Sidomulyo RT 03 RW 03 Kelurahan Batu Panjang yang diakibatkan curah hujan tinggi dan tidak lancarnya aliran sungai Penebak.

Salain itu, 1 hingga 31 Desember 2018, juga terjadi banjir di Jalan Sudirman Beringain dan Desa Koto Pait diakibatkan curah hujan dari bulan Oktober sampai November.

Selanjutnya pada 5 Desember telah ditemukan mayat seseorang tanpa identitas di Pantai Ketapang Desa Sungai Cigak di Kecamatan Rupat.

Selang sehari, tepatnya 6 Desember 2018 banjir melanda Desa Tenggayun dan Desa Sepahat diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dan pasang air laut.

Keesokan harinya dari tanggal 7 hingga 31 Desember 2018 banjir terjadi di Desa Muara Dua diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dan Sungai Siak meluap.

Lalu selama 12 hingga 22 Desember 2018 banjir menggenang Jalan Lintas Duri – Dumai KM 17 Desa Sebangar disebabkan curah hujan yang tinggi dan penyumbatan pembuangan air.

Banjir juga menggenang  Jalan Akit Jaya RT 05 RW 05 Desa Kembung Baru pada 19 hingga 21 Desember 2018 disebabkan curah hujan hujan tinggi dan aliran sungai yang terseumbat.

Masih bencana banjir, kali ini Desa Sungai Linau yang merasakan banjir selama 20 sampai 27 Desember 2018 diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan air pasang sungai.

Kemudian 27 Desember 2018, terjadi kebakaran lahan milik PT Chevron di Jalan Tegar RT 01 RW 10 Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau dengan luas lahan diperkirakan ½ Ha dan upaya pemadaman melibatkan Damkar Mandau dan Pusdatin BPBD Mandau.

Terkakhir 31 Desember juga terjadi kebakaran lahan di Jalan Teribarta RT 02 RW 08 Kelurahan Duri Barat Kecamatan Mandau dengan luas ¼ Ha.

Penulis : Zulkarnaen
Editor    : Fauzia




Artikel Terbaru
dunia, Jumat, 10 Juli 2020
Warga Israel geram dengan sikap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin.

pekanbaru, Jumat, 10 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, umumkan Riau.

pelalawan, Jumat, 10 Juli 2020
Pandemi Covid-19 tak menghalangi warga Desa Pangkalan Terap,.

otomotif, Kamis, 9 Juli 2020
Penjualan kendaraan di Indonesia menurun drastis selama pandemi virus.

etalase, Kamis, 9 Juli 2020
SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS wilayah Riau, Kamis.

pekanbaru, Kamis, 9 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau kembali umumkan.

kampar, Kamis, 9 Juli 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto menyerahkan 3 unit ambulan.

inhu, Kamis, 9 Juli 2020
Program Kampung Tangguh Nusantara diharapkan bisa mengatasi masalah.

bengkalis, Kamis, 9 Juli 2020
BENGKALIS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis.

etalase, Kamis, 9 Juli 2020
Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh.

Otomotif