Selasa | 05 November 2019
PSMTI Audiensi ke Kapolda Riau
Jajaran pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi.


Rabu | 30 Oktober 2019
Ribuan Umat Hadiri Perayaan HUT Dewa Chu Hu Tai Din
Ribuan umat menghadiri perayaan ulang tahun Dewa Chu Hu Tai Din (Tua Lang.


Selasa | 29 Oktober 2019
Malam Ini, Hadirkan Hiburan Untuk Masyarakat Sekitar
Perayaan HUT Dewa Chu Hu Tai Din (Tua Lang Kong) di Tempat Ibadah Tri Dharma.

Rubrik : pekanbaru
Gepeng di Pekanbaru Masih Punya Keluarga
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
Jumat , 08 November 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Pekanbaru rata-rata masih punya keluarga. Jadi, warga diingatkan jangan merasa terpengaruh dan merasa iba sehingga memberi sumbangan kepada mereka.

"Setelah kita asesmen, mereka masih punya keluarga, masih punya rumah, dan anak-anaknya bersekolah. Jadi mereka tidak terlantar," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Chairani, Kamis (7/11/2019).

Ia mengatakan bahwa selama ini gepeng di Pekanbaru tersebut orangnya itu-itu juga. Anak-anak yang meminta-minta di jalan ataupun orang-orang yang berdiri di lampu merah bukanlah terlantar.

Baru-baru ini, kata dia, ada beberapa orang yang masuk ke Dinsos. Setelah di asesmen, diketahui mereka masih punya keluarga dan Dinsos mngembalikan ke keluarganya.

"Tapi kalau benar-benar terlantar, tidak punya keluarga dan tidak punya rumah, baru bisa Dinas Sosial membina atau menampungnya, dan kita masukkan ke panti," jelasnya.

Namun, yang ditemui di lapangan itu kata dia bukanlah terlantar, mereka masih punya keluarga, dan rumah. Untuk itu, Ia mengimbau masyarakat agar jangan memberikan uang.

Ia juga menyebut, anak-anak yang berjualan tisu di jalanan hanyalah kedok mereka untuk meminta-minta. "Mereka masih punya orang tua, dan Dinas Sosial tidak bisa masuk dalam titik itu. Oleh karena itu mereka dikembalikan kepada keluarganya," sebutnya.

Menurutnya, mungkin Karena kondisi ekonomi ataupun butuh tambahan ekonomi, anak-anak ikut dilibatkan oleh orang tua mereka. "Dinsos hanya bisa berupaya bagaimana memberikan pengertian kepada keluarga, kepada orang tuanya," jelasnya.*




Berita Lainnya