Selasa | 05 November 2019
PSMTI Audiensi ke Kapolda Riau
Jajaran pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi.


Rabu | 30 Oktober 2019
Ribuan Umat Hadiri Perayaan HUT Dewa Chu Hu Tai Din
Ribuan umat menghadiri perayaan ulang tahun Dewa Chu Hu Tai Din (Tua Lang.


Selasa | 29 Oktober 2019
Malam Ini, Hadirkan Hiburan Untuk Masyarakat Sekitar
Perayaan HUT Dewa Chu Hu Tai Din (Tua Lang Kong) di Tempat Ibadah Tri Dharma.

Rubrik : pekanbaru
Dikunjungi Komisi IV DPR RI, Pj Sekda Beberkan Langkah Riau Tanggulangi Karhutla
Editor : wisly | Penulis: Rivo
Jumat , 08 November 2019
Komisi IV DPR RI kunjungi Pemprov Riau membicarakan karhutla.

PEKANBARU - Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Riau beberkan langkah-langkah dan kinerja pemerintah Provinsi Riau selama melakukan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau kepada Komisi IV DPR RI di ruang rapat kenanga kantor Gubernur Riau, Jumat (8/11/2019).

Pj Sekda Provinsi Riau Ahmad Syah Harroifie menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Riau untuk menangani kasus kebakaran hutan dan lahan, seperti pencegahan dini karhutla.

"Sampai Gubernur Riau sendiri menetapkan status siaga darurat Karhutla dari tanggal 19 Februari 2019 dan baru dicabut pada tanggal 31 Oktober 2019 yang lalu," ujarnya.

Sambungnya, mengingat udara Riau yang memasuki level bahaya dan banyaknya masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Gubri juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan meliburkan siswa/siswi sekolah serta membentuk posko rumah singgah bagi masyarakat yang terjangkit ISPA.

"Dan selama proses penanggulangan karhutla Riau, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dikerahkan sebanyak 6.718 personel gabungan dan tersebar di semua titik karhutla. Berdasarkan pantauan satelit modis, jumlah hotspot Riau di level confidence 70 persen, dari bulan Januari - September 2019 sebanyak 3.004 hotspot," terangnya.

Dijelaskannya, total luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau pada tahun 2019 sekitar 7.210,03 hektare. Untuk wilayah yang paling bayak kebakaran lahan, terdapat di Rokan Hilir (Rohil) dan Bengkalis.

Kedepanya, sebut Ahmad Syah Harrofie, Pemprov Riau akan menciptakan inovasi pemanfaatan lahan gambut dan memberikan bantuan alat berat ke daerah rawan karhutla.

"Kita sosialisasikan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga hutan dan lahan, semoga kedepannya jauh lebih baik. Selain untuk menjaga hutan juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

"Semoga dengan adanya kunjungan dari Komisi IV DPR RI ini, bisa menjadi salah satu upaya untuk menangani kasus karhutla yang sudah menjadi langganan di Riau hampir setiap tahunnya," harapnya.*

 




Berita Lainnya