Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : politik
PKB dan PAN Bakal Koalisi di Pilkada Rohul
Editor : wisly | Penulis: Hendra
Rabu , 20 November 2019

PASIR PANGARAIAN - Dua bakal calon (balon) Bupati di Pilkada Rokan Hulu (Rohul) 2020, Ir H Hafith Syukri MM dan H Erizal ST mengambil formulir penjaringan balon bupati secara bersama-sama ke kantor DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rohul, Selasa (19/11) sore.

Kemunculan Hafith Syukri dan Erizal secara berbarengan mengindikasikan akanl terjadinya duet antara PAN dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilkada Rohul 2020.

Hafith Syukri merupakan mantan Wakil Bupati Rohul periode 2011-2016 dan kini menjabat sebagai Ketua PKB Rohul. Sedangkan Erizal merupakan Bendahara DPW PAN Provinsi Riau.

Kedatangan dua tokoh ini disambut langsung oleh Ketua DPD PAN Rohul, M Sahril Topan ST. 
Di hadapan DPD PAN Rohul dan tim penjaringan, Erizal mengaku bahwa awalnya tidak sengaja mendaftar bersamaan dengan Hafith Syukri ke DPD PAN Rohul sebagai Balon Bupati. Tetapi kebersamaan itu tentunya sebagai pembelajaran politik ke masyarakat bahwa politik itu dinamis.

"Politik itu dinamis, dan dalam politik itu tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Ini juga memberi pengajaran politik, bahwa sesama calon tidak boleh mematikan lampu lawan poliitknya," kata Erizal.
Sebut Erizal, dengan mengambil formulir bersama juga tidak menutup kemungkinan dirinya bisa saja berpasangan dengan Hafith Syukri, dan bersama-sama Matahari (PAN) dan Bumi Bintang (PKB) berlayar di Pilkada Rohul 2020.
Hal itu dibenarkan Hafith Syukri. "Biasanya di partai manapun walau pun hadir bersamaan, biasanya diterima secara bergantian. Tapi hari ini sebuah tradisi yang yang luar biasa menurut saya, kami diterima secara bersama-sama dan bisa berfoto bersama-sama," ujarnya.

Dengan adanya sinyal dari Erizal, menurut Hafith Syukri hal itu sebagai sebuah proses politik dan sebagai bukti bahwa politik itu dinamis, namun semua keputusan tetap ada di DPP PAN.
"Saya hanya bisa sampaikan, bahwa itu itu tidak di skenario apapun tentang kehadiran kami berdua pada hari ini, mudah-mudahan ini sebuah langkah baik dari PAN untuk bisa menerima calon secara bersamaan," kata Hafith.*




Berita Lainnya