Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : otomotif
CDN Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Guru SD
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Minggu , 24 November 2019
Foto bersama

PEKANBARU - Tim Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau menggandeng Capella Honda cabang Tambusai untuk melakukan safety riding training guru di Sekolah Dasar (SD) Negeri 192 Jalan Teladan, Pekanbaru.

Instruktur Safety Riding, Abdullah Hamdi Batubara mengatakan, Honda tidak hanya menjual sepeda motor, namun wajib menyampaikan ilmu berkendara bagi penggguna dan memberikan rasa nyaman dan aman.

"Hingga 2019 Honda telah melakukan 15 ribu program latihan keselamatan berkendara. Mulai dari edukasi anak usia dini di sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) mengenai rambu-rambu lalu lintas hingga kalangan komunitas sepeda motor," kata Hamdi, Sabtu (23/11).

Disebutkannya, Honda terus meningkatkan safety keselamatan penggunanya. Salah satu teknologi yang disematkan Honda pada sepeda motor keluarannya ada pada Rem Anti Lock Braking System (ABS) dan Combi Brake System (CBS).

"ABS dan CBS termasuk teknologi safety Honda supaya aman. ABS misalnya ketika menekan tuas, rem tidak langsung menggigit piring cakram, kemudian fungsi CBS pengendara hanya perlu menekan tuas rem satu kali," jelasnya.

Kemudian kesadaran pengendara sangat diperlukan demi mendukung keselamatan di jalan raya. Ada tiga faktor penyebab kecelakaan, yakni pengendara, kendaraan dan lingkungan.

Selain itu, sebelum memulai perjalanan pengendara baiknya terlebih dahulu melakukan pemanasan diri. Memeriksa kelengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, deker atau pelindung tulang kering dan sepatu.

Pemeriksaan sepeda motor seperti memastikan bahan bakar cukup, pemeriksaan oli, pelumas rantai, pemeriksa tekanan ban 25 psi ban depan dan 29 psi untuk ban belakang juga perlukan.

"Baut-baut stan dan baut sasis termasuk hal yang penting untuk diperiksa. Kemudian, periksa kopling, periksa minyak rem depan belakang, periksa seluruh lampu sepeda motor, cek klakson terakhir posisi kaca spion harus pas," ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah SDN 192, Amir Hakim Harap SPd menyambut baik sosialisasi yang melibatkan seluruh guru sekolah ini. Karena para guru penting mengetahui cara berbendera yang baik dan benar.*




Berita Lainnya