Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : etalase
Peduli Pengendalian HIV- –AIDS
Dokter Gigi dan Insan Kesehatan Bakal Gelar symposium dan Workshop
Editor : wisly | Penulis:
Minggu , 01 Desember 2019

PEKANBARU - Wujud Kepedulian terhadap pengendalian HIV dan AIDS, Dokter gigi dan Insan Kesehatan menggelar Simposium. Acara ini bakal digelar di Hotel Pangeran pada tangga 7-8 Desember.

Drg Aldes Evarina , MARS Ketua  Persatuan Dokter Gigi Wilayah Riau kepada wartawan Minggu (2/12/19) dalam rilisnya mengatakan, infeksi  Human  Immunodeficiency Virus  ( HIV)  dan Acquired  Immune Deficiency Syndrome ( AIDS )  adalah masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama diseluruh dunia pada saat ini, begitu juga  di Indonesia.

"Di Indonesia Inveksi HIV / AIDS  termasuk emerging Infectious diseases dengan predominan terjadi pada usia produktif  25 – 49 tahun. Epidemi HIV dipropinsi Riau  sampai dengan Agustus 2019 berjumlah 5.859 orang, AIDS berjumlah 2.598 orang ." jelasnya.

Katanya lagi, sementara estimasi Orang dengan HIV ( ODHA)  adalah 16.235 orang . Artinya adalah masih ada  sekitar 10.376 orang  pasien HIV  ( ODHA ) yang belum terjaring untuk mendapatkan pengobatan yang seharusnya. "Orang  Dengan HIV Aids  ( ODHA ) bisa ditemukan di klinik / fasilitas kesehatan gigi dan mulut oleh dokter gigi, karena manifestasi orang dengan HIV Aids bisa terlihat dari pemeriksaan di rongga mulut . Seorang Dokter Gigi harus mampu  mendeteksi atau menemukan  tanda tanda klinis HIV   dari rongga mulut dan harus mampu memberikan pengobatan yang tepat termasuk  untuk pasien yang sudah diketahui  menderita HIV –AIDS." tuturnya.

Drg Aldes Evarina menjelaskan, profesi Dokter gigi adalah salah satu profesi yang rentan untuk tertular dan menularkan HIV .  Pelayanan  harus bisa memberikan perlindungan kepada pasien lain dari terinfeksi  HIV dan harus tahu cara  melindungi  diri nya  dari HIV dalam bertugas.

"Menjawab  tantangan  emerging  Infectious  diseases  diatas  dan dalam rangka menyambut  hari AIDS se dunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember  2019 , maka Persatuan Dokter Gigi  Indonesia Wilayah Riau ( PDGI Wilayah Riau )  mengajak  teman sejawat Dokter Gigi, Dokter, Perawat  dan Insan Kesehatan untuk mengikuti  simposium dan workshop maintaining and impropving the Quality of dentist expertise care ini HIV AIDS ," ungkapnya.

Masih menurut Drg Aldes Evarina, seminar ini sangat    penting  dan bermanfaat dengan mendatang para pembicara dari Tim Panel Ahli Kemenkes RI , dan para pakar klinisi dari rumah sakit  Rujukan HIV /AIDS  Hasan Sadikin Bandung .

"Pada hari  kedua tanggal  8  Desember  2019 akan dilanjutkan  dengan Seminar dan Hands On  khusus bagi Dokter Gigi  tentang   Ilmu Ilmu kedokteran Gigi terkini  dan penuh inovasi .Let’s join Us , 7-8 Desember 2019," ajaknya.(lin)




Berita Lainnya