Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : dumai
Jumlah Pasien DBD Dumai Meningkat
Editor : wisly | Penulis: Bambang
Minggu , 01 Desember 2019
Walikota Dumai, Drs H Zulkifli AS MSi menjenguk pasien DBD yang dirawat di RSUD Dumai, Jumat (29/11). (Bambang)

DUMAI - Jumlah pasien penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Dumai meningkat. Hingga November 2019, kasus DBD telah mencapai 239 orang. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Dumai, Drs H Zulkifli AS MSi.

Dan pada Jumat (29/11) lalu, Walikota menyempatkan diri menjenguk pasien DBD yang yang dirawat di RSUD Kota Dumai. Saat meninjau pasien DBD yang mayoritas adalah anak-anak, kepada orang tuanya Walikota berpesan agar menjaga kebersihan lingkungan.

"Mari kita jaga lingkungan agar selalu bersih, jangan lupa lakukan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air, membersihkan bak penampungan air, lalu menaburkan abate pada bak-bak penampungan air hujan, tujuannya agar jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti tidak dapat berkembang biak," kata Walikota.

Walikota menjelaskan, kunjungan ke RSUD untuk melihat langsung warga Dumai yang terkena DBD.

"Kunjungan ini untuk melihat langsung pasien DBD karena laporan yang saya terima kasus DBD belakangan ini jumlahnya terus meningkat," katanya.

Pemko Dumai melalui Dinas Kesehatan Dumai menaruh perhatian serius terhadap penyakit DBD yang dapat mengakibatkan kematian. Untuk itu dalam pelayanan pasien DBD pihak RSUD Dumai selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pasien termasuk pemberian obat kepada pasien DBD yang mayoritas anak-anak.
"Dan alhamdulillah, setelah menjalani perawatan di RSUD Dumai, jumlah pasien yang dirawat hingga Jumat (29/11) tinggal 18 orang. Pasien DBD lainnya sudah boleh pulang," kata Walikota.

Pemko Dumai, terang Walikota mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap penyakit DBD. Bila menemukan gejala DBD pada anaknya seperti panas tinggi dan bintik merah pada tubuhnya agar segera bawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Pemko Dumai juga tidak bosan-bosannya mengajak masyatakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. 

"Jika lingkungan kita bersih, Insya Allah kita akan terhindari dari gigitan nyamuk aedes aegypti. Sebab, nyamuk tersebut suka berkembang biak di lingkungan yang kotor, kumuh dan lembab, dan berkembang biak pada barang-barang bekas yang dapat menampung air," ucap Walikota.

Pemerintah melalui Dinas Kesehatan juga rutin melakukan fogging dan membagikan bubuk Abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes. 

"Selama November 2019 RSUD Dumai menerima pasien sebanyak 239 kasus dan pasien DBD mayoritas diderita anak-anak. Sementara untuk obat-obatan tersedia dan sejauh ini belum ada pasien DBD yang di rujuk karena RSUD Dumai masih mampu memberikan pelayanan," katanya. *
 




Berita Lainnya