Minggu | 08 Desember 2019
Masjid Cheng Ho Rohil akan Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meyakini objek wisata religi masjid.


Minggu | 08 Desember 2019
PSMTI Dapat Membantu Pembangunan dan Mensejahterakan Masyarakat Riau
Warga Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan ekonomi di Provinsi Riau..


Kamis | 05 Desember 2019
PSMTI Riau Audiensi Dengan Wagubri
Menjelang pengukuhan dewan dan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga.

Rubrik : hukum
Napi Lapas Tembilahan Selundupkan Sabu
Editor : wisly | Penulis: Yendra
Senin , 02 Desember 2019
Dua pelaku terkait pelemparan bola kasti berisi sabu ke dalam Lapas Tembilahan, saat akan diserahkan kepada petugas Polres Inhil

TEMBILAHAN - Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu berhasil digagalkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tembilahan, Minggu (1/12). Sabu diselundupkan lewat bola kasti.  

Renaldo Daeli kaget saat mendengar ada suara benda jatuh menimpa atap klinik Lapas Tembilahan sekitar pukul 18:30 WIB. Penasaran, petugas di Blok Mahoni ini langsung mendekati sumber suara. 

Ternyata, bukan Renaldo saja yang mendengar suara itu. Riky Safdy yang bertugas di Ramin (Tahanan) juga mendengar. Kedua petugas ini bersamaan tiba di sumber bunyi itu.

Keduanya langsung curiga benda jatuh tadi bukan kebetulan setelah melihat ada seorang tahanan (Tamping) yang seakan menunggu benda tersebut dan langsung pergi. Kedua petugas ini mengejar dan merampas benda dari  tangan tahanan tadi.

Setelah diperiksa, itu bukan bola kasti biasa. Tapi sudah diselipi 4 paket sabu senilai Rp10 juta. Dapat temuan seperti itu, kedua petugas langsung melapor ke komandan jaga hingga laporan itu kemudian sampai ke telinga Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas, Armaita.

Tamping berinisal EK itupun diinterogasi. EK mengaku diupah oleh seseorang di Blok Mahoni (H) untuk mengambil bola kasti tersebut.

Peristiwa ini pun sampai ke Polres Inhil. EK dan yang menyuruh mengambil bola kasti digiring ke Polres Inhil.

"Tadi sore petugas kita mendengar ada lemparan dari luar pagar ke dalam lapas. Kuat dugaan yang ada di dalam bola kasti itu narkoba jenis sabu. Itulah makanya kasus ini langsung kita laporkan ke polisi," kata Armita, Senin (2/12) pagi.

Oleh kesigapan anak buahnya tadi mengantisipasi masuknya barang haram ke lapas, Armita menyebut sesuai janji dia akan berikan reward kepada petugas yang sudah menggagalkan narkoba masuk ke Lapas. "Kita akan berikan piagam penghargaan dan uang saku," ucapnya.

Modus memasukkan sabu ke Lapas Tembilahan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya ada juga yang berusaha memasukkan narkoba yang diselipkan ke dalam jeruk. Lalu ada lagi yang menyimpan di dalam popok bayi (diapers).* 




Berita Lainnya