Sabtu | 18 Januari 2020
Resmi Dibuka, Bazar Imlek Dimeriahkan 40 Stand
Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2571/2020 M dimulai dengan pembukaan Bazar Imlek di.


Kamis | 16 Januari 2020
Berbagai Acara Meriahkan Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek 2571/2020 M di Pekanbaru bakal lebih meriah. Berbagai event.


Minggu | 12 Januari 2020
Ibu-ibu PSMTI Riau Arisan Perdana di Gedung Serbaguna Perwanti
Ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Rubrik : nasional
Illegal Fishing di Natuna, 3 Kapal Vietnam Melawan saat Hendak Ditangkap
Editor : wisly | Penulis: okezone.com
Kamis , 09 Januari 2020
ilustrasi

JAKARTA - Sebanyak tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam tertangkap tangan sedang mencuri ikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Laut Natuna Utara, Senin 30 Desember 2019.

Kapal-kapal Vietnam itu terdiri dari, KG 95118 TS, ukuran 125 GT, jumlah awak kapal sebanyak 5 orang WN Vietnam; KG 94629 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 18 orang WN Vietnam; KG 93255 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 13 orang WN Vietnam.

Penangkapan dilakukan Kapal Pengawas (KP) milik KKP yang terdiri dari KP Orca 3, KP Hiu Macan 01, dan KP Hiu 011. Saat proses penangkapan, terjadi perlawanan dari para nelayan Vietnam ini. Bahkan, kapal pengawas mengalami kerusakan.

“Tiga kapal ikan berbendera Vietnam melakukan perlawanan sengit saat hendak ditangkap. Prosesnya sangat menegangkan. Akibat dari perlawanan itu, kapal pengawas perikanan yang melakukan penangkapan mengalami beberapa kerusakan. Bahkan Kapal Orca 03 kerusakannya cukup parah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat meninjau langsung tiga KIA berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis (9/1/2020).

Adanya aksi pencurian ikan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia ini, membuat Ditjen PSDKP-KKP berkoordinasi dengan TNI AL untuk mengerahkan KRI Tjiptadi-381 dan KRI Teuku Umar-385 serta Bakamla yang mengirimkan KN Tanjung Datu ke Laut Natuna Utara.

Butuh waktu berhari-hari untuk menggiring ketiga KIA ini beserta puluhan awak kapalnya ke PSDKP Pontianak. Setibanya di PSDKP Pontianak, para awak kapal diperiksa oleh penyidik.

Edhy menyampaikan apresiasi kepada aparat dari Ditjen PSDKP-KKP yang telah dengan saba, sigap dan tegas,dalam menghadapi provokasi dan pelawanan dari kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam tersebut.

“Alhamdulillah petugas kita dalam kondisi sehat, mereka sangat sabar sekaligus sigap dan tegas sehingga akhirnya dapat melumpuhkan ketiga kapal ilegal tersebut,” imbuhnya.

Dalam upaya melumpuhkan tindakan illegal fishing tersebut, dua awak kapal Vietnam tertembak. Dan, saat ini mereka masih dirawat di rumah sakit di Pontianak. Sementara terhadap tiga nahkoda Kapal Pengawas ini, Edhy memberikan penghargaan atas prestasinya.

Dalam kesempatan tersebut, Edhy juga membantah anggapan yang berkembang bahwa dirinya tidak menjadikan pemberantasan ilegal fishing sebagai prioritas kerjanya. “Di sini saya tegaskan bahwa KKP dan seluruh instansi terkait memiliki komitmen tinggi untuk menjaga Laut Natuna Utara dan wilayah perairan lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Sekedar informasi, selama jadi Menteri KKP, Edhy telah melumpuhkan sebanyak 8 kapal ikan asing ilegal yang terdiri dari satu kapal berbendera Malaysia, empat kapal berbendera Filipina dan tiga kapal berbendera Vietnam.

"Saya kira hasil operasi selama 3 bulan ini menjadi bukti komitmen saya dalam memberantas ilegal fishing di perairan Indonesia, dan di tahun 2020 ini saya telah memberikan persetujuan penambahan hari operasi bagi Kapal Pengawas KKP dari yang semula 85 hari menjadi 150 hari. Sekali lagi saya sampaikan, kita serius memberantas illegal fishing," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, keberhasilan penangkapan kapal ikan ilegal tersebut tidak lepas dari informasi yang disampaikan masyarakat dan sistem deteksi dini melalui analisis data RADAR dan AIS yang dilakukan oleh KKP. Pemantauan yang dilakukan melalui Pusat Pengendalian (Pusdal) KKP ini memang dilakukan selama 24 jam non-stop.

Namun, pilihan operasi yang hati-hati bahkan cenderung ‘senyap’ harus diambil mengingat dinamika di lapangan yang luar biasa. Koordinasi yang baik antara KKP dengan berbagai instansi penegak hukum lain juga terus dilakukan dalam merespons isu kapal ikan ilegal di Laut Natuna Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Nilanto Perbowo selaku Plt. Direktur Jenderal PSDKP juga menyampaikan upaya pemberantasan illegal fishing tidak akan berhenti dengan penangkapan tiga kapal asing berbendera Vietnam tersebut. Upaya menjaga kedaulatan pengelolaan sumber daya perikanan akan terus dilakukan baik itu di perairan Laut Natuna Utara maupun perairan Indonesia lainnya.

“Dalam waktu dekat kami akan segera mengerahkan Kapal Pengawas Perikanan untuk melakukan operasi di Laut Natuna Utara. Semua instansi penegak hukum di laut memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara," ujar Perbowo.*




Berita Lainnya