Sabtu | 18 Januari 2020
Resmi Dibuka, Bazar Imlek Dimeriahkan 40 Stand
Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2571/2020 M dimulai dengan pembukaan Bazar Imlek di.


Kamis | 16 Januari 2020
Berbagai Acara Meriahkan Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek 2571/2020 M di Pekanbaru bakal lebih meriah. Berbagai event.


Minggu | 12 Januari 2020
Ibu-ibu PSMTI Riau Arisan Perdana di Gedung Serbaguna Perwanti
Ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Rubrik : pekanbaru
Salah satu Pangkalan Elpiji di LBT Diduga Rugikan warga
Disperindag: Warga Bisa Lapor dengan Lampirkan Bukti
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Kamis , 09 Januari 2020
ilustrasi

PEKANBARU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru akan menindak tegas pangkalan gas elpiji 3 Kilogram (Kg) yang nakal.

"Kalau terbukti kita tindak. Karena elpiji 3 Kg merupakan subsidi dari pemerintah," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut saat ditemui di kantor MPP Pekanbaru, Kamis (9/1).

Ditanya adanya indikasi salah satu pangkalan yang menjual gas elpiji 3 Kg melebihi HET. Ia menjelaskan, masyarakat dapat melapor langsung ke Disperindag.

"Buat laporan dengan melampirkan bukti atau dokumentasi pelanggaran yang dilakukan. Kalau bisa dibawa juga bukti rekaman atau foto. Setelah terima laporan, kita langsung cek ke lapangan dan beri teguran hingga pencabutan izin," tegas Ingot.

Ia menyebut, pangkalan harus menyalurkan gas bersubsidi ke sasaran yang tepat. Sebab elpiji 3 kg diperuntukkan masyarakat kurang mampu. Selain itu pangkalan tidak boleh menjual melebihi dari HET.

Sementara itu, Ketua Pemuda RW 6 Kelurahan Labuh Baru Timur (LBT), Suprawoto mengatakan, salah satu pangkalan gas Elpiji 3 Kg di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, diduga menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Warga beli dengan harga Rp18 ribu. Namun, orang yang tinggal diluar daerah sini juga dapat membeli dengan harga Rp20 ribu," sebutnya.

Menurutnya, alasannya kalau untuk warga tempatan selalu habis. "Tapi kalau orang yang dari luar Kecamatan ada gas dijual Rp20 ribu," kata Prawoto, sapaan akrabnya.* 




Berita Lainnya