14 Zulhijjah 1441 H / Selasa, 4 Agustus 2020
Satpol PP Meranti Minta PT GSI Bongkar Pagar Kantor
meranti | Senin, 13 Januari 2020
Editor : wisly | Penulis : Ali
TINJAU - Satpol PP Kepulauan Meranti meninjau kondisi PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) yang pagar kantornya menyalahi aturan, di Jalan Pelajar Alah Air, Selatpanjang, Senin (13/1). (ali)

SELATPANJANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti meminta sub kontraktor perusahan minyak EMP Malacca Strait SA, yakni PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) yang berkantor di Jalan Pelajar Alah Air, Selatpanjang, membongkar pagar kantornya, Senin (13/1).

Permintaan pembongkaran ini dikarenakan pagar itu dinilai telah menyalahi aturan yang berlaku di Kepulauan Meranti, dan pagar yang terbuat dari seng itu juga diketahui melanggar batas Garis Sepadan Bangunan (GSB).

Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi SE MSi, didampingi Sekretaris, M Nasir, dan Kepala Bidang (Kabid) Operasi, Wira Gusfian, yang datang ke lokasi juga meminta perusahaan tersebut menunjukkan surat domisili, namun pihak perusahaan tidak bisa menunjukkan surat yang diminta dan berkilah telah mengantongi izin dari kepala desa setempat.

"Sebelum saya tanyakan surat yang lain, saya minta perusahaan untuk membongkar pagar ini, karena telah menyalahi aturan. Gara-gara pagar ini nanti bangunan yang lain juga bisa ikut nanti," ujar Helfandi.

Menurut Helfandi, dirinya tidak menyalahi bangunannya, melainkan bangunan pagarnya yang disalahkan. "Bagi saya negosiasi terhadap yang melanggar aturan seperti ini tidak ada," katanya.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti tidak mempersulit terhadap perusahaan yang akan berinvestasi, namun aturan yang berlaku hendaknya dipatuhi.

"Prinsipnya, kami tidak menghalangi perusahaan yang ingin berinvestasi, namun aturan yang ada haruslah dipatuhi. Secepatnya ini diselesaikan, sehingga tidak ada masalah," lanjut mantan Camat Tebingtinggi ini.

Ketika ditanyakan apa kegunaan pagar seng yang mengelilingi ruko itu, pihak PT GSI yang diwakili koordinator Humas, Gustam, mengatakan, pagar itu untuk melindungi kendaraan operasional dan kenyamanan karyawan dalam bekerja.

"Kerja kami kan mengolah data, jadi kami butuh kenyamanan dalam bekerja. Jadi pagar ini fungsinya untuk kenyamanan saja. Terkait hal itu nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut," kata Gustam.

Gustam mengatakan, keberadaan perusahaannya di Kepulauan Meranti hanya enam bulan saja, hal itu setelah data seismik yang mereka olah sudah bisa dilakukan tindak lanjut.

Kegiatan survey seismik merupakan salah satu kegiatan eksplorasi untuk mengambil data bawah permukaan dengan menggunakan sumber getar dan alat perekam khusus. Survey seismik ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan eksplorasi migas sebelum dipergunakan untuk melihat potensi migas yang ada diareal kerja EMP Malacca Strait.

"Keberadaan kami di sini hanya sekitar |enam bulan saja. Kegiatan kami adalah untuk mencari sumber minyak yang ada di Kecamatan Tebingtinggi Barat dan Tebingtinggi Timur," ucap Gustam.*




Artikel Terbaru
etalase, Senin, 3 Agustus 2020
Permasa Jatim Provinsi Riau bersilahturahmi dengan FPK Riau. Pada.

pekanbaru, Senin, 3 Agustus 2020
Penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Pekanbaru masih.

politik, Senin, 3 Agustus 2020
Proses pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih.

dumai, Senin, 3 Agustus 2020
Indonesia sambut peringatan Hari Mangrove se dunia dengan menjaga.

nasional, Senin, 3 Agustus 2020
Kementerian PAN-RB mengumumkan pencairan gaji ke-13 2020 diharapkan.

hukum, Senin, 3 Agustus 2020
Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma).

rohul, Senin, 3 Agustus 2020
Walapun di suasana pandemi Covid-19, kunjungan masyarakat ke obyek.

rohil, Senin, 3 Agustus 2020
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno mengisi kegiatan di hari libur.

pekanbaru, Senin, 3 Agustus 2020
Rekor baru, untuk kali pertamanya selama pandemi Covid-19 atau virus.

inhu, Senin, 3 Agustus 2020
Polres Inhu berhasil mengungkap kasus pembunuhan gajah di Kelurahan.

Otomotif