15 Zulqaidah 1441 H / Senin, 6 Juli 2020
Kolaborasi RAPP dan APR Gelar Pelatihan Membatik
RBA Targetkan Ciptakan Motif Baru 2020
pelalawan | Senin, 13 Januari 2020
Editor : wisly | Penulis : rls
Para pembatik Rumah Batik Andalan binaan Program CD RAPP dan APR sedang mengikuti pelatihan membatik.

PANGKALAN KERINCI - Batik adalah identitas bangsa Indonesia yang unik. Batik juga memiliki banyak keterlibatan seperti Ekonomi, Budaya, Etika, dan Sejarah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sebagai bagian dari proses pembelajaran, Rumah Batik Andalan (RBA) terus berbenah meningkatkan kualitas produknya agar bisa bersaing secara nasional.

Melalui program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bagian dari APRIL Group bekerjasama dengan PT Asia Pacific Rayon (APR) menggelar pelatihan membatik lanjutan bagi para pembatik RBA. Pelatihan ini bertujuan untuk mematangkan ciri khas motif batik Riau Andalan.

Pembimbing Pelatihan, Ananta Hari Noorsasetya, mengatakan potensi Batik Bono yang dikembangkan RBA sangatlah besar untuk dikreasikan karena didukung oleh potensi alam yang kaya.

“Kuncinya ada di motif dan pengembangan, bagaimana merespon alam untuk dijadikan motif dari bentuk nyata ke bentuk dekoratif, namun tetap mempertahankan konteks kedaerahannya,” kata Ananta yang juga Dosen dan Seniman ketika ditemui di sela pelatihan, Senin (13/1/2020) di RBA, BPPUT, Townsite II, Pangkalan Kerinci.

Ananta menambahkan setiap pembatik harus memiliki ciri khas sendiri dan tidak boleh khawatir ketika ada yang mempertanyakan motif buatannya.

“Jika ingin maju dan dikenal maka harus siap bersaing dengan pembatik dari luar. Itulah tugas para pembatik untuk memperkenalkan prioritas motifnya dan saya yakin dengan adanya desain baru maka akan memperkaya batik di Riau,” kata Seniman Kriya asal Yogyakarta ini.

Sementara itu, Seniman Tekstil yang ikut mendampingi pengrajin batik RBA, Miriam Veronica Ni Nyoman mengatakan pemilihan kombinasi warna akan membuat batik menjadi semakin menarik.

“Ciri khas Batik Bono ini terang, dan ini bisa kita kreasikan lagi dengan memanfaatkan pewarna alami,” ujar Miriam yang berpengalaman membina kelompok pembatik di sejumlah daerah sejak 2011 silam.

Ketua RBA, Siti Nurbaya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keahlian para pembatik sehingga Batik Bono semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

“Kami belajar batik dari nol, batik yang kami buat masih butuh pengembangan agar bisa bersaing secara nasional,” ujar wanita yang akrab disapa Bu Baya ini.

Pelatihan ini dibagi dalam empat tahapan modul. Modul pertama fokus pada pengembangan desain dan pewarnaan yang berlangsung selama empat hari, 13-16 Januari 2020. Pelatihan akan dilanjutkan kembali pada modul berikutnya hingga pertengahan tahun mendatang. Saat ini, ada lima motif yang sudah dipatenkan oleh RBA. Ditargetkan, hasil pelatihan ini RBA akan mematenkan sejumlah motif baru tahun 2020.*




Artikel Terbaru
etalase, Jumat, 3 Juli 2020
Bermitra dengan Asian Agri, para petani sawit yang tergabung dalam.

hukum, Kamis, 2 Juli 2020
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut empat terdakwa kasus penyelundupan.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Hingga pekan ke-26 tahun 2020, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, umumkan bahwasanya Riau ada.

bengkalis, Kamis, 2 Juli 2020
Masyarakat Inhu sudah bisa mencetak sendiri Kartu Keluarga (KK),.

kampar, Kamis, 2 Juli 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto berharap program konvensi.

pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2020
Mengingat pandemi Covid-19 belum usai, khususnya di Riau, Pemerintah.

politik, Kamis, 2 Juli 2020
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggelar rapat pleno.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
SKK Migas dan Chevron luncurkan progran WFD.

etalase, Kamis, 2 Juli 2020
PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok VI yang beroperasi di Kabupaten.

Otomotif