Sabtu | 18 Januari 2020
Resmi Dibuka, Bazar Imlek Dimeriahkan 40 Stand
Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2571/2020 M dimulai dengan pembukaan Bazar Imlek di.


Kamis | 16 Januari 2020
Berbagai Acara Meriahkan Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek 2571/2020 M di Pekanbaru bakal lebih meriah. Berbagai event.


Minggu | 12 Januari 2020
Ibu-ibu PSMTI Riau Arisan Perdana di Gedung Serbaguna Perwanti
Ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Rubrik : pekanbaru
Disperindag Pekanbaru Beri Target Pengembang Selesaikan Pasar Induk
Editor : wisly | Penulis: Novi Kawandi
Selasa , 14 Januari 2020
ilustrasi pasar

PEKANBARU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru meminta pengembang segera menyelesaikan pasar Induk. Diharapkan bulan Maret 2020 sudah beroperasi.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memberikan target kepada pengembang hingga akhir Maret mendatang Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta ujung harus selesai.

"Target pertama kita berikan pada Oktober 2019 lalu. Namun, tak tercapai pada penyelesaian fisik bangunan. Jadi, pembangunan pasar induk hingga kini tak kunjung tuntas," Ingot, Senin (13/1).

Ia menyebut, PT Agung Rafa Bonai selaku pengembang masih dalam penyempurnaan fisik bangunan dan kios untuk para pedagang. Pekerjaan pasar induk sempat terhenti beberapa saat karena ada permasalahan administrasi pada pengembang.

Pengembang sempat mengalami kendala pada konstruksi lahan. Lahan yang jauh lebih rendah dari bidang jalan membuat pengembang harus menimbun banyak lahan dengan tanah, dan menunggu lahan padat.

"Saat ini masih jalan pembangunannya, progres pembangunan fisik sudah mencapai 70 persen. Perkiraan Maret ini sudah selesai pembangunannya," kata Ingot.

Dikatakannya, Pemko Pekanbaru, telah membuat kerjasama pengembang. Dengan pembangunan yang dilakukan pengembang. Nantinya pasar induk akan diserahkan ke Pemko dengan jangka waktu telah disepakati.

Kalau pengembang lambat menuntaskan pasar induk akan rugi sendiri. Karena, dalam kontrak kerjasama, pengembang hanya mengelola sampai waktu yang telah di sepakati, kemudian diserahkan kembali ke Pemko.

Pasar induk berdiri diatas lahan seluas 3,2 hektar. Ada sebanyak 625 lapak dan kios yang disediakan untuk para pedagang. Setelah pasar selesai pedagang yang saat ini berjualan dikawasan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) akan dialihkan ke pasar induk.*




Berita Lainnya