Sabtu | 15 Februari 2020
PSMTI Riau Gelar Seminar Bisnis Untuk Bersaing di Era Digital
Sekitar 120 peserta mengikuti seminar dengan tema "Siapkah Bisnis Anda.


Minggu | 09 Februari 2020
IKTS Gelar Imlek Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) menggelar Imlek.


Minggu | 09 Februari 2020
Ribuan Warga Pekanbaru Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
Ribuan warga Pekanbaru memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kampung.

Rubrik : dunia
Muslim Uighur Khawatir, Virus Corona Wuhan Sampai ke Xinjiang
Editor : wisly | Penulis: okezone. com
Sabtu , 01 Februari 2020
ilustrasi

JAKARTA - Virus korona Wuhan telah menyebar hingga keluar dari China. Ini tentu saja membuat berbagai negara khawatir dan melakukan berbagi upaya preventif untuk mencegah penyebarannya.

Lalu bagaimana nasib muslim Uighur yang berada di kamp-kamp pendidikan China? Apalagi berdasarkan laporan Radio Free Asia, dua pria berusia 52 tahun dan 47 tahun dikonfirmasi terkena infeksi virus korona Wuhan pada 23 January, di Xinjiang.

Seperti dilansir dari About Islam, Sabtu (1/2/2019), hal ini membuat muslim Uighur menjadi khawatir dengan keselamatan dan kondisi kesehatan mereka. Sebab virus Korona Wuhan disebut sudah sampai ke Xinjiang.

Kondisi kamp yang buruk serta infrastruktur dan fasilitas yang kurang baik menjadi tempat ideal bagi penyebaran virus korona Wuhan yang mematikan tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun virus yang telah menyerang kamp-kamp di mana muslim uighur berada.

Para ahli memperingatkan, bahwa jika virus korona Wuhan dapat menyebar. Hal ini dapat menambah lebih banyak penderitaan di lokasi tersebut.

"Kondisi sempit, kebersihan yang buruk, sistem kekebalan tubuh yang kurang serta stres. Ini bisa menjadi bencana," ujar Profesor Sejarah Tiongkok di Universitas Georgetown, James Millward.

Presiden Kongres Uighur Dunia, Dolkun Isa mengatakan, Pemerintah China harus melakukan segala upaya untuk mencegah penyebaran virus korona Wuhan karena konsekuensinya bisa menjadi bencana besar.

"Jika virus mencapai kamp di Xinjiang, saya tidak bisa membayangkan pihak berwenang akan membuat pengumuman publik ini. Saya hanya tidak melihat itu terjadi," ujar Pakar China di Institut Teknologi Rose Hulman, Tim Grose.*




Berita Lainnya