Sabtu | 15 Februari 2020
PSMTI Riau Gelar Seminar Bisnis Untuk Bersaing di Era Digital
Sekitar 120 peserta mengikuti seminar dengan tema "Siapkah Bisnis Anda.


Minggu | 09 Februari 2020
IKTS Gelar Imlek Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) menggelar Imlek.


Minggu | 09 Februari 2020
Ribuan Warga Pekanbaru Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
Ribuan warga Pekanbaru memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kampung.

Rubrik : inhil
Begini Kisah Guru Melihat Dua Ekor Harimau di Jalan Perbatasan Lahang dan PT Surya Duma
Editor : wisly | Penulis: yendra
Minggu , 02 Februari 2020
ilustrasi

INHIL- Aldo panggilan akrabnya, seorang guru disalah satu sekolah yang ada di Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau melihat dua ekor harimau sumatera di jalan perbatasan antara Lahang dan PT Surya Dumai.

Hal tersebut dikatakan dalam unggahan salah satu akun Facebook miliknya Aldo Ahmad Fauzi. Kamis (31/1/2020) malam sekitar pukul 23:05 Wib.

“Pas pulang malam-malam di perbatasan Lahang dan PT Surya Dumai ketemu harimau dua ekor di jalan perbatasan. Alhamdulillah gak dikejar, hati-hati bagi yang melintas malam-malam agar waspada,” katanya di salah satu kutipan yang diambil unggahan akun Facebook Aldo Ahmad Fauzi.

Awak media mengkonfirmasi Aldo, Sabtu (1/2/2020) siang mengisahkan bahwa saat itu dia menggunakan sepeda motor dengan temannya, tiba-tiba dengan suasana jalan yang gelap hanya bermodalkan lampu motor dan dia melihat dua ekor harimau di jalan yang dia lewati.

“Kemaren dari Belengkong jam 5 sore, tetapi sampai diperbatasan itu malam hari, dekat dari jembatan dan jarak harimau sumatera dengan motor kami sekitar 5 meter sebelah kiri. Syukur Alhamdulillah kami masih selamat,”katanya.

Dikatakannya, dua ekor harimau sumatera tersebut sangat besar, seperta anakan sapi. Diperbatasan tersebut Aldo dengan temannya tidak bisa berbuat apa-apa, karna satu dari dua harimau sumatera tersebut terus memandangi mereka.

“Yang satunya cepat lari, tapi satunya lagi tetap memandangi kami. Di sini masih banyak harimau sumatera, orang-orang melihat telapaknya. Tetapi kata orang-orang dia tidak mau menganggu manusia,” lanjutnya.

Dengan kejadian penampakan harimau sumatera tersebut, dia dan temannya terus menambah kecepatan laju motor hingga menjauh dari harimau yang seakan hendak menghabisi nyawanya itu.

“Rumputnya saja kanan dan kiri sekitar tinggi badan, kalau perjalanan siang masih amanlah karna banyak orang. Kalau malam jangan coba-coba lewat di sana,”pungkasnya.

Perjalanan yang menegangkan tersebut pada hari Sabtu (25/1/2020) dari Teluk Belengkong menuju Tembilahan dan memakan waktu sekitar 6 sampai 7 jam.

Lalu kenapa Aldo Ahmad Fauzi mengunggah kalimat di akun facebook kejadian penemuan harimau sumatera tersebut pada (31/1/2020) malam, sehingga waktu penemuan tersebut sudah satu minggu lamanya?

Dijelaskan bahwa sebelumnya dia tidak ingin memberi tahu kepada siapapun tentang kejadian penemuan harimau sumatera yang hampir menewaskan dia dan temannya dianggapnya bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat di sana dan pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.

“Karna ada kejadian tewasnya pria yang sedang mencari kayu di Kecamatan Pelangiran itu maka saya langsung mengunggah kalimat kejadian yang saya alami diperjalanan atas penemuan dua ekor harimau sumatera itu,” katanya.

Akan tetapi dia menilai, dengan diberitahunya kepada orang lain melalui media sosial tentang masih banyak habitat satwa harimau sumatera di daerah Lahang dan PT Surya Dumai itu sehingga aktivitas masyarakat dan pengguna jalan semoga bisa lebih berhati-hati.

Dengan melihat kasat matanya sendiri akan harimau sumatera tersebut. Dia menghimbau sebaiknya jika melintas dijalan itu harus disiang hari, karna masyarakat banyak yang beraktifitas. *




Berita Lainnya