Sabtu | 15 Februari 2020
PSMTI Riau Gelar Seminar Bisnis Untuk Bersaing di Era Digital
Sekitar 120 peserta mengikuti seminar dengan tema "Siapkah Bisnis Anda.


Minggu | 09 Februari 2020
IKTS Gelar Imlek Bersama
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) menggelar Imlek.


Minggu | 09 Februari 2020
Ribuan Warga Pekanbaru Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
Ribuan warga Pekanbaru memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kampung.

Rubrik : pekanbaru
Terima Kunjungan Komisi V DPR RI, Gubri Sampaikan Persoalan Infrastruktur
Editor : wisly | Penulis: Rivo
Kamis , 13 Februari 2020
Foto bersama

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terima kunjungan dan sekaligus paparkan persoalan Infarstruktur Riau kepada Komisi V DPR RI.

"Untuk diketahui, jalan nasional yang ada di Riau ada sekitar 1.366,61 kilometer berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) PU. Dari 1.366,61 km tersebut, tingkat kemantapan jalan tersebut masih sekitar 84,68 persen berdasarkan kondisi tahun 2019," ungkap Gubri Syamsuar kepada DPR RI Komisi V, Kamis (13/2/2020) sore di ruang Melati Kantor Gubri.

Untuk dimaklumi, sambung Gubri, masih banyak jalan nasional ini yang belum bagus atau memadai, termasuk tentunya dengan jalan - jalan nasional yang juga mendukung beberapa kawasan industri yang ada di Riau.

Adapun luas jalan provinsi yang ada di Riau, sebut Gubri, 2.799,8 kilometer. Kondisi mantapnya masih sekitar 60,34 persen, jadi, katanya, masih banyak PR Pemprov Riau dalam rangka menuntaskan jalan provinsi yang ada di Riau,

"Karena masih ada sekitar 300 kilometer lebih, jalan provinsi yang masih jalan tanah dan sirtu. Selain itu, di setiap tahunnya Pemprov Riau sendiri juga meminta bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk dapat membantu APBD Riau dalam membantu penghubung dan konektifitas yang ada di Riau," ucapnya.

Di samping itu semua, Pemprov Riau juga ada mengusulkan beberapa ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional, karena menurut pengamatan kami memang jalan ini ada yang langsung menuju ke Provinsi tetangga, seperti jalan Rantau Berangin - Rokan Hulu - Sumatera Utara dan ada jalan yang menuju ke Sumatera Barat.

Selain itu, katanya, di Riau juga ada 4 kawasan Industri, yang dalam tahun 2019 - 2024 ini, telah ditetapkan Pemprov Riau melalui Bappenas dan Kementerian Perindustrian masuk dalam RPJMN ada dua kawasan Industri yang akan dikembangkan.

"Dua kawasan Industri itu diantaranya kawasan industri Tenayan Raya dan kawasan industri Tanjung Button," ucapnya.

Memang untuk mendukung kawasan industri ini Riau membutuhkan dukungan dan bantuan Infrastruktur yang baik dan memadai, terutama jalan.

"Seterusnya untuk perbaikan pelabuhan, pembangunan Roro Dumai - Malaka yang sesuai dengan ketetapan Presiden RI Jokowi, sebab itu kami sangat mengharapkan bantuan dari komisi V DPR RI supaya adanya bantuan dana dari APBN," tuturnya.*
 




Berita Lainnya