21 Zulqaidah 1441 H / Minggu, 12 Juli 2020
Perayaan Valentine Datang, Baca Sejarahnya di Sini
etalase | Jumat, 14 Februari 2020
Editor : wisly | Penulis : vivanews

JAKARTA – Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari setiap tahunnya. Semua orang di seluruh dunia turut merayakannya, tak terkecuali di Indonesia. Hari yang diindentikkan dengan kasih sayang ini, membuat banyak pasangan berlomba-lomba untuk menunjukkan kasih sayang kepada pasangannya dengan memberikan kado, menjalani makan malam yang romantis, atau yang lainnya.

Namun, setiap tahun merayakan Valentine, apakah kamu mengerti apa itu Valentine dan bagaimana sejarahnya? Ya, dilansir dari BBC, Jumat 14 Februari 2020, di luar negeri Valentine's Day disebut juga dengan St Valentine's Day.

Ini adalah hari ketika orang-orang menunjukkan kasih sayang mereka kepada orang lain dengan mengirim kartu, bunga, atau cokelat dengan pesan cinta.

Nama Valentine didapat dari nama seorang imam terkenal dari Roma pada abad ketiga Masehi, bernama Santo Valentine. Cerita ini berawal saat Kaisar Claudius II melarang pernikahan karena ia berpikir, pria yang menikah adalah prajurit yang jahat.

Valentine merasa ini tidak adil, dia melanggar aturan ini dan mengatur pernikahan secara diam-diam. Saat Claudius tahu, Valentine dijebloskan ke penjara dan dijatuhi hukuman mati. Valentine kemudian jatuh jatuh cinta dengan putri sipir penjara. Ketika ia dibawa untuk menjalani hukuman mati tepat pada 14 Februari, ia mengirimkan surat cinta untuk wanita pujaannya bertanda 'from your Valentine.'
       
Kapan hari Valentine pertama diperingati?
Hari Valentine pertama diperingati pada tahun 496. Peringatan hari Valentine menjadi salah satu tradisi yang sudah sangat tua, yang diduga berasal dari festival di Romawi. Bangsa Romawi memiliki festival yang disebut Lupercalia pada pertengahan Februari, yang menandakan awal musim semi mereka.

Sebagai bagian dari perayaan, anak laki-laki akan mengambil nama anak perempuan dari sebuah kotak. Nama yang diambil, akan menjadi pasangan selama festival berlangsung dan terkadang ada yang sampai menikah.

Kemudian, pihak gereja bermaksud ingin mengubah nama festival ini menjadi perayaan Kristen dan menggunakannya untuk mengenang St Valentine. Secara perlahan, nama St Valentine mulai digunakan oleh orang-orang untuk mengekspresikan perasaan mereka kepada orang-orang yang mereka cintai.*

 




Artikel Terbaru
sportainment, Sabtu, 11 Juli 2020
Satu tim sudah dipastikan terdegradasi dari Premier League 2019/2020..

pekanbaru, Sabtu, 11 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau umumkan.

meranti, Sabtu, 11 Juli 2020
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Sosial,.

nasional, Sabtu, 11 Juli 2020
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebut.

meranti, Sabtu, 11 Juli 2020
Tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang, namun.

etalase, Sabtu, 11 Juli 2020
SMK Negeri 1 Sungailiat, Bangka Belitung, berhasil memenangi.

bengkalis, Sabtu, 11 Juli 2020
BENGKALIS – Warga desa yang tinggal di sepanjang pinggiran pantai.

dunia, Jumat, 10 Juli 2020
Warga Israel geram dengan sikap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin.

pekanbaru, Jumat, 10 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, umumkan Riau.

pelalawan, Jumat, 10 Juli 2020
Pandemi Covid-19 tak menghalangi warga Desa Pangkalan Terap,.

Otomotif