Kamis | 02 April 2020
PSMTI Kota Pekanbaru Salurkan Tangki Cuci Tangan dan Disinfektan
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, menyalurkan.


Kamis | 02 April 2020
Serahkan Alat Semprot dan Cairan Disinfektan ke MUI Pekanbaru
Untuk mengantisipasi virus corona, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.


Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.

Rubrik : politik
Bawaslu Meranti Rekom KPU Tes Anggota PPS Diulang
Editor : wisly | Penulis: Ali
Minggu , 15 Maret 2020
LAKUKAN VERIFIKASI - Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal, melakukan verifikasi terhadap yang bersangkutan, baru-baru ini. (ist)

SELATPANJANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat melakukan tes tertulis ulang terhadap seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Padang Kamal, Kecamatan Pulau Merbau.

Hal itu dilakukan setelah adanya temuan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh KPU Kepulauan Meranti. Dimana tanggal 8 Maret 2020, KPU Kepulauan Meranti mengeluarkan surat pengumuman hasil seleksi anggota PPS untuk Pilkada Kepulauan Meranti dengan Nomor 230/PP.04.2- PU/1410/KPU- Kab/III/2020. Khusus untuk Desa Padang Kamal ada enam nama yang lulus, yakni Nurhidayati, Sahudi, Abd Hamid, Harianto, Noto Siswoyo dan Fitri.

Pada hari yang sama muncul surat kedua dengan nomor yang sama. Namun didalam surat tersebut tidak ada nama Fitri melainkan keluar nama yang baru yakni Syar' Adi. Padahal kedua surat yang sama itu sudah ditandatangani dan juga sudah ada stempel resmi.

"Ada dua surat pengumuman yang sama namun disurat kedua nama Fitri hilang sedangkan disurat pertama namanya ada. Informasi ini dari masyarakat, setelah kita telusuri ke Panwascam Pulau Merbau ternyata benar dan selanjutnya kita proses sesuai mekanisme dan ternyata ini ada pelanggaran administrasi. Untuk itu, kita rekomendasikan kepada KPU untuk melakukan tes tertulis ulang kepada enam orang tersebut," papar Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal, Minggu (15/3).

Sementara itu, kasus yang sama juga terjadi pada pengumuman seleksi PPS di Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi.

Ada enam nama yang lulus tes tertulis pada surat pertama, yakni Gunawan Muhamad, Sri Murti, Vera Mely Yanti, Jefri, Rahul dan Noli Martin. Namun pada surat kedua nama Sri Murti hilang dan diganti dengan Zaurah.

"Untuk kasus yang kedua mungkin perlu kita lakukan kajian dan verifikasi terlebih dahulu, jika terbukti maka nanti akan kita rekomendasi juga untuk diulang tes tertulisnya," jelas Syamsurizal.

Sementara Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kepulauan Meranti, Hanafi, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, jika surat pertama tersebut belum final melainkan untuk internal dan masih dalam tahap pemeriksaan.

"File yang keluar itu sebetulnya untuk internal kita yang belum dishare masih untuk kroscek, tapi mungkin ada staf yang belum teliti bahwa itu bukan untuk dishare," kata Hanafi.

Hanafi menambahkan, jika ada peserta yang ragu akan nilai yang dikeluarkan, maka bisa dicek langsung ke KPU.

"Terkait nilai itu kalau ada yang ragu bisa di cek di KPU, apakah nilainya betul apa tidak, berkasnya masih ada. KPU Meranti itu beda, setiap seleksi akan menampilkan hasil, walau di PKPU tidak mewajibkan untuk menampilkan hasil," pungkas Hanafi.*


 




Berita Lainnya