Kamis | 02 April 2020
PSMTI Kota Pekanbaru Salurkan Tangki Cuci Tangan dan Disinfektan
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, menyalurkan.


Kamis | 02 April 2020
Serahkan Alat Semprot dan Cairan Disinfektan ke MUI Pekanbaru
Untuk mengantisipasi virus corona, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.


Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.

Rubrik : kampar
Satu Orang di Kampar Status Pemantauan Virus Corona
Editor : wisly | Penulis: Adi
Kamis , 19 Maret 2020
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, H Dedy Sambudi SKM M Kes saat menggelar konfrensi pers.(adi)

BANGKINANG KOTA - Bupati Kabupaten Kampar melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, H Dedy Sambudi SKM M Kes mengatakan, salah seorang masyarakat dalam pantauan virus covid 19 atau corona. Pemantauan dilakukan selama 14 hari ke depan. 

"Jika dalam masa pantauan terlihat tanda-tanda, seperti batuk dan demam, maka statusnya akan dinaikkan menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP)," kata Dedy Sambudi SKM M Kes, Kamis (19/03) saat konferensi pers Pemerintah Kabupaten Kampar dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid 19 di aula Dinas Kesehatan Kabupaten.

Dikatakannya, petugas akan melakukan kunjungan ke rumah untuk mengawasi kondisi pasien. "Jika pasien pernah kontak dengan penderita virus corona, maka pasien yang dalam pengawasan tersebut akan dilakukan uji labor. Jika hasilnya positif corona, maka yang berhak untuk menyampaikan ke ruang publik adalah provinsi," ungkap Dedy.

Hal ini sempat viral di media sosial, berawal dari sebuah surat keterangan Puskesmas Bangkinang. Sempat menjadi perdebatan dan memberikan kepanikan masyarakat, khususnya di Bangkinang beredarnya virus corona. 

Karena dalam surat keterangan tersebut dinyatakan status pasien adalah Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid 19 atau corona.

Pada kesempatan ini, Dedy mengungkapkan, Surat keterangan Nomor: 445/PKM-BKan/ADM-2/2020/00501, tertanggal 18 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Kepala UPTD Puskesmas Bangkinang, Zolmiwardi SKM M Kes terjadi kesalahan. Karena masyarakat tersebut bukan dalam status ODP Covid 19, tetapi hanya dalam pantauan. Orang tersebut baru saja pulang dari Thailand sejak 7 hari lalu dan tidak ada merasa keluhan.

Melalui media Dedy menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kampar atas beredarnya surat keterangan dari Puskesmas Bangkinang tersebut di media sosial dan media, jika surat keterangan tersebut bisa membuat masyarakat jadi panik dan risau.

Dedy mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap penyebaran virus corona yang membahayakan tersebut. Masyarakat dihimbau untuk rajin cuci tangan dengan sabun dan air, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, perbanyak kosumsi makanan bergizi dan buah-buahan.

Kemudian kurangi aktivitas di luar rumah, apabila batuk maka tutuplah dengan tangan bagian atas dalam, dan jika merasa ada keluhan terhadap kesehatan, maka segera laporkan ke pelayanan kesehatan masyarakat.*




Berita Lainnya