4 Safar 1442 H / Selasa, 22 September 2020
Pasca Penutupan Pelabuhan BSSR
Ratusan Warga Bengkalis Tertahan di Muar
dunia | Sabtu, 21 Maret 2020
Editor : zulkarnain | Penulis :
suasana di pelabuhan Muar

BENGKALIS – Ratusan warga Bengkalis yang ingin pulang melalui pelabuhan Muar – Malaysia tertahan pasca penutupan pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru. Mereka berharap ada kebijakan dari Pemerintah RI agar bisa pulang dan tidak keberatan walau harus dikarantina.

Informasi tertahannya warga Bengkalis di negeri jiran ini beredar melalui media sosial facebook sejak Sabtu pagi. Melalui postingan para warga Bengkalis tersebut, tampak mereka berkumpul di areal pelabuhan Muar. Salah seorang warga dengan akun Jee Siswanto mengirimkan foto-foto dengan caption “Wajah-wajah warga Bengkalis yang ingin pulang ke kampong halaman.. Terlantar di pelabuhan verry Muar dikarenakan pelabuhan internasional Selatbaru ditutup, menurut informasinya. Mohon Pemerintah Kab. Bengkalis untuk segera mengatasi keadaan ini”.

Postingan lainnya dikirimkan seseorang dengan akun Wiwik Sunarti. Ada lima foto yang diposting, salah satunya berisikan pengumuman permohonan maaf, semua feri ke Bengkalis/Dumai ditutup atas arahan Pemerintahan Indonesia. “Pikirlah Presiden Indonesia gimana naseb rakyatmu yang rantauan nggak pulang ini kasihan sama rakyatmu ini masa harus jadi pelarian kita negeri Malaysia,” demikian isi postingannya.

Media ini mencoba menelusuri salah satu akun yang memposting foto-foto di facebook tersebut. Salah satunya pemilik akun Jee Siswanto, yang ternyata berasal dari Desa Resam Lapis Kecamatan Bantan. Siswanto mengaku baru tau pelabuhan BSSR ditutup Jumat malam, lantaran bekerja jauh dari kota.

“Masalahnya kita jauh dari jangkauan, jadi lambatlah info masuk. Macam tak bernafas info dibuatnya kita,” ujar Sulaiman melalui pesan whatsapp.

Hal senada diungkapkan warga Bengkalis lainnya yang juga mengalami nasib yang sama, Hafiz. Pria asal Desa Bantan Air Kecamatan Bantan ini mengaku awalnya sudah menghubungi pihak kapal dan mendapatkan jawaban Sabtu tetap jalan. Namun pada malam harinya mendapatkan informasi kalau Sabtu kapal tidak berangkat.

Hafiz yang saat dihubungi melalui pesan whatsapp berada di pelabuhan Muar mengaku, saat ini dirinya terpaksa mencari penginapan dulu, itu pun kalau masih ada yang buka.

Untuk kembali bekerja ujar Hafiz mustahil karena tidak diperbolehkan lagi. “Bos pun dah tak berani nak suruh buat kerja, bos tak nak ambik resiko bang,” ujarnya lagi.

Hafiz mengaku dengan kondisi keuangan yang pas-pasan membuat dirinya sangat khuatir apalagi kalau harus lama tertahan di Malaysia. Memang ada keinginan untuk pulang dari Kukup ke Tanjung Balai baru ke Bengkalis. “Tapi nak beli tiket (dengan uang,red) segitu mana cukup,” ujarnya sambil memposting tiga lembar uang RM50.

Baik Sulaiman maupun Hafiz berharap kepada Pemerintah RI, semoga ada kebijakan agar mereka bisa pulang berkumpul bersama keluarga. (zul)

 




Artikel Terbaru
politik, Selasa, 22 September 2020
Mengingat Pilkada Riau 2020 berlangsung di tengah pandemi Covid-19,.

sportainment, Selasa, 22 September 2020
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru terus.

dunia, Selasa, 22 September 2020
Dengan 75.083 kasus baru Covid-19 yang dilaporkan dalam 24 jam.

dumai, Selasa, 22 September 2020
Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As, M.Si meminta kepada seluruh.

hukum, Selasa, 22 September 2020
M Alhadar, pengusaha rental mobil yang hilang sejak satu pekan lalu.

pekanbaru, Selasa, 22 September 2020
Jumlah kasus Covid-19 di Riau kembali bertambah, kali ini terdapat.

otomotif, Selasa, 22 September 2020
Asosiasi Industri Sepeda Motor (AISI) memperkirakan, total penjualan.

nasional, Selasa, 22 September 2020
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilaporkan melalui Satuan.

hukum, Selasa, 22 September 2020
Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

kampar, Selasa, 22 September 2020
Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A.

Otomotif