Kamis | 02 April 2020
PSMTI Kota Pekanbaru Salurkan Tangki Cuci Tangan dan Disinfektan
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, menyalurkan.


Kamis | 02 April 2020
Serahkan Alat Semprot dan Cairan Disinfektan ke MUI Pekanbaru
Untuk mengantisipasi virus corona, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.


Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.

Rubrik : nasional
Rencana Kepulangan via Pelabuhan Kukup
KJRI Johor Bahru Fasilitasi WNI yang Tertahan di Muar
Editor : zulkarnain | Penulis:
Sabtu , 21 Maret 2020
Antrian penumpang yang gagal berangkat di pelabuhan Muar

BENGKALIS – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi rencana kepulangan WNI yang tertahan di Muar  agar bisa pulang ke Indonesia. Para WNI yang sebagian besar berasal dari Bengkalis dan Dumai ini akan pulang melalui pelabuhan Kukup dengan jalur Tanjung Balai Karium dan berlanjut ke Dumai.

            Hal tersebut diungkapkan KJRI Johor Bahru melalui Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru Anang Fauzi Firdaus kepada wartawan, Sabtu malam (21/3/2020). Melalui saluran telepon, Anang mengatakan sampai saat ini (pukul 18.30 WIB), sudah ada 37 orang yang berencana akan pulang  ke Dumai melalui pelabuhan Kukup.

Sambil menunggu keberangkatan besok hari, karena sudah tidak ada tempat tinggal, KJRI  malam ini membantu penginapan. Kemudian membantu transportasi menuju pelabuhan Kukup karena di KJRI ke pelabuhan Kukup lumayan jauh.

KRJI Johor Bahru mengetahui adanya WNI yang terlantar di Muar, sambung Anang, berawal informasi yang  disampaikan oleh Purwaji (Ketua GP Ansor Riau). Berdasarkan informasi awal tersebut pihaknya langsung menghubungi salah seorang  penumpang yang terlantar sebagaimana dilaporkan oleh Purwaji.

Dari komunikasi tersebut diperoleh informasi bahwasanya WNI yang di Muar sudah berpencar, ada yang ke Johor Bahru dan ada juga yang ke Pontian. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengecek kondisi di pelabuhan Muar dan ternyata sudah sepi. Selanjutnya, Tim KJRI  bergerak menuju Pontian dan sana bertemu dengan beberapa WNI yang akan kembali ke Indonesia melalui pelabuhan Kukup,  Pontian.

“KJRI telah meminta pelabuhan Kukup agar menyedian kapal dan telah disanggupi sebanyak 4 kapal. Besok pagi sekitar jam 7 WNI sudah bisa beli tiket untuk balik ke Indonesia,” ujar Anang  seraya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Purwaji yang telah memberikan informasi.

Purwaj sendiri mendapatkan informasi adanya WNI yang terlantar di pelabuhan Muar  dari Willy  warga Dumai yang ikut terlantar di Pelabuhan Muar. Willy itu awalnya yang dalam kunjungannya ke Malaysia mengikuti arahan kerajaan (Pemerintah Malaysia) untuk tetap tinggal di dalam rumah karena merebaknya pandemi virus corona disana. Namun pada tanggal 19 Maret pihak kerajaan mengeluarkan maklumat agar warga negara asing yang izin tinggalnya akan segera habis keluar dari Malaysia.

Willy begitu mendapat konfirmasi dari kedutaan langsung menuju pelabuhan fery Muar untuk pulang ke Dumai, Indonesia. Tapi sampai pelabuhan, ternyata Pemerintah Indonesia sudah menutup perbatasan dan melarang masuk ke Indonesia termasuk ke Riau. (zul)




Berita Lainnya