Kamis | 02 April 2020
PSMTI Kota Pekanbaru Salurkan Tangki Cuci Tangan dan Disinfektan
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, menyalurkan.


Kamis | 02 April 2020
Serahkan Alat Semprot dan Cairan Disinfektan ke MUI Pekanbaru
Untuk mengantisipasi virus corona, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.


Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.

Rubrik : bengkalis
Penumpang dari Malaysia Dikarantina
Isak Tangis Kesedihan Iringi Para Penjemput
Editor : zulkarnain | Penulis:
Senin , 23 Maret 2020
Para penumpang menyelesaikan proses administrasi di pelabuhan BSL

BENGKALIS - Isak tangis kesedihan para penjemput di pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) Bengkalis mengiringi proses karantina terhadap 81 penumpang yang berasal dari Malaysia. Mereka berasal dari Bengkalis dan Bantan ini akan mengikuti prosedur karantina selama 14 hari.

Pantauan media ini di pelabuhan BSL Bengkalis, Senin (23/3/2020) kesiapan untuk melakukan karantina terhadap para warga Bengkalis dan Bantan yang baru saja pulang dari Malaysia tersebut benar-benar terlihat. Seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tampak hadir di lapangan. Mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI, RSUD, pihak kecamatan, dan KKP tampak hadir untuk memastikan segala tahapan proses karantina berlangsung lancar. Di luar pelabuhan, tampak 3 bus sudah disiapkan untuk membawa para penumpang dari pelabuhan menuju asrama Diklat di Desa Kelapapati.

Sekitar pukul 13.30 WIB Kapal Dumai Line yang membawa penumpang dari Malaysia via Tanjung Balai Karimun merapat. Di bibir pelabuhan tampak sudah bersiap-siap petugas yang akan melakukan proses penyemprotan desinfektan. Satu persatu penumpang keluar dengan dengan wajah tertutup masker, ada masker benar-benar masker, tapi ada juga makser sekenanya dari baju kaos. Begitu keluar, dilakukan penyemprotan desinfektan dan dilanjutkan dengan pendataan diri berupa pengisian kartu kuning. Usai mengisi bidoata, para penumpan diarahkan ke sebuah ruangan untuk dilakukan scan suhu tubuh dengan menggunakan thermo scanner.

Sementara di luar pelabuhan, tampak rampai warga. Diantara mereka ada yang sekedar nonton ingin menyaksikan proses karantina. Namun, ada juga warga yang berniat menjemput. Tangis kesedihan tampak terpancar dari wajah para penjemput ini karena dipastikan hanya bisa melihat dari jauh. Apalagi sebagian ada yang belum faham dengan proses karantina, dan merasa keluarganya yang di karantina tersebut memang sakit karena corona.

Dengan mata berkaca-kaca dan suara tangis kesedihan, para penjemput ni menyaksikan satu-persatu warga Bengkalis dan Bantan yang berasal dari Malaysia masuk ke bus. Mulai dari kapal datang hingga penumpang masuk ke bus, tampak aparat kepolisian berjaga-jaga. Proses persiapan karantina ini memakan waktu 30 menit sebelum akhirnya mereka dibawa ke asrama Diklat di Desa Kelapapati.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 81 penumpang asal Bengkalis dan Bantan yang baru pulang dari Malaysia akan dikarantina. pemkab telah menetapkan asrama Diklat sebagai lokasi karantina. "Sesuai dengan hasil rapat, warga kita yang baru pulang dari daerah terjangkit Malaysia akan kita karantina. Mereka akan melalui protap penanganan Covid-19," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dr Ersan Saputra disela-sela menunggu kedatangan penumpang di pelabuhan BSL Bengkalis, Senin (23/3/2020).

Dikatakan, para penumpang akan melalui rangkaian proses administrasi, pengecekan kesehatan, dan juga pengukuran suhu. "Kemudian mereka akan kita bawa menuju asrama diklat, " ujar Ersan seraya menambahkan kalau tim medis juga sudah mempersiapkan asrama Diklat untuk menampung para warga tersebut.

Sesuai protap, sambung Ersan lagi, warga yang baru pulang dari Malaysia ini akan menjalani proses karantina selama 14 hari. Selama itu, mereka tidak bisa dikunjungi oleh siapapun, kecuali ada izin tertulis dari pihak dokter.

Pantauan di lapangan, tiga unit bus telah disiapkan untuk membawa para penumpang menuju asrama Diklat di Desa Kelapapati. Tampak aparat kepolisian melakukan pengawalan secara ketat untuk memastikan semua berjalan lancar (zul)

 




Berita Lainnya