Kamis | 02 April 2020
PSMTI Kota Pekanbaru Salurkan Tangki Cuci Tangan dan Disinfektan
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, menyalurkan.


Kamis | 02 April 2020
Serahkan Alat Semprot dan Cairan Disinfektan ke MUI Pekanbaru
Untuk mengantisipasi virus corona, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.


Rabu | 25 Maret 2020
Tionghoa Pekanbaru Serahkan Bantuan APD Cegah Covid-19
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama organisasi.

Rubrik : pekanbaru
Antisipasi Virus Corona, Gubri Himbau Umat Muslim Tidak Salat Berjamaah di Masjid
Editor : wisly | Penulis: Rivo
Rabu , 25 Maret 2020
Gubri

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar kembali menghimbau agar umat muslim di Riau tidak menyelenggarakan salat berjamaah di masjid. Himbauan ini berkaitan dengan pencegahan penyebaran wabah corona (Covid-19) di Riau.

"Tidak ada lagi salat berjamaah di masjid. Ini sudah sesuai dengan himbauan yang dikeluarkan oleh MUI," ungkap Gubri Syamsuar, Rabu (25/3/2020).

Gubri mengharapkan dalam situasi dan kondisi saat ini (darurat virus Corona) tidak ada masyarakat muslim di Riau yang salat berjamaah di masjid. Namun adzan di masjid tetap dikumandangkan setiap masuk waktu salat. 

"Tadi Sekjen MUI Riau menyampaikan sepakat kepada kami, di masjid itu ada orang salat di sana, tapi tidak berjamaah lagi. Yang berjamaah itu paling-paling iman dan bilal. Dan masjid tetap melaksanakan azan," ucap Gubri menjelaskan.

Selain himbauan untuk menghentikan sementara kegiatan salat berjamaah di masjid, Gubri Syamsuar juga menekankan bahwa kegiatan keagamaan yang bersifat mengumpulkan banyak jamaah juga harus dihentikan.

"Dari perwakikan agama Kristen juga sudah menyampaikan kepada saya bahwa mereka tak ada lagi kegiatan keramaian di gereja-gereja," ujarnya.

Disampaikan Gubri lagi, bahwa perwakilan dari umat Hindu di Riau juga sudah menyampaikan bahwa mereka tetap menyelenggaran kegiatan Nyepi hari ini, tapi dipastikan kegiatan itu dilaksanakan dengan terbatas dan tidak banyak orang yang mengikutinya.

"Termasuk yang mau nikah. Silahkan nikah, tapi cukup keluarga saja yang hadir. Termasuk pelaksanaan Maulid Nabi juga ditiadakan," tuturnya.*




Berita Lainnya