Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.


Rabu | 20 Mei 2020
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan Raih Rekor MURI
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Rubrik : otomotif
Tren Penjualan Mobil Secara Online Meningkat
Editor : wislysusanto | Penulis: detik.com
Rabu , 29 April 2020
ilustrasi

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi tahun ini pasar otomotif dalam negeri akan mengalami penurunan sebesar 40%. Kalkulasi ini dihitung berdasarkan kondisi pandemi virus Corona yang menyerang berbagai belahan dunia.

Industri otomotif dilumpuhkan dari hulu ke hilir apalagi bagi negara yang menerapkan pembatasan jarak sosial. Penjualan ritel kendaraan pun kini berbondong-bondong migrasi ke dunia maya untuk terap memutar kasnya.

"Kita tentunya sebagai dealer berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memaksimalkan dan meningkatkan penjualan mobil kita, salah satunya dukungan pelanggan arista-group.co.id bisa kia luncurkan di tengah-tengah Covid-19," ujar Co Founder & Director Of arista-group.co.id, Ali Hanafiah dalam konferensi video bersama media, belum lama ini.

Tidak hanya pelayanan penjualan, pelayanan perawatan pun juga tetap dijaga. Meski online, Arista bekerjasam dengan sejumlah pemegang merek yang ada di Indonesia.

"Sebagai informasi, di dalam wabah Covid-19 ini banyak bengkel yang tutup. Kami ingin melayani pelanggan lebih baik, bengkel tetap buka tentunya memenuhi standar protokoler yang ditetapkan Kemenkes, Dinkes dan pemerintah setempat. Karena kita juga membantu mobilitas pelanggan dan masyarakat. Kalau mobilnya mogok bagaimana?" terang Ali.

Di tengah kondisi seperti ini dan prediksi yang buruk, Ali sendiri cukup optimis dengan membuka lapak jual beli kendaraan secara online. Menurutnya, belakangan ini tren penjualan mobil secara online terus mengalami perkembangan dan perlu dikawal untuk bisa bertahan lebih lama sebagai pola bisnis baru.

"Menjual mobil secara online trennya memang menunjukkan peningkatan, karena memanng sitem online sangat membantu bagi pelanggan untuk bisa menentukan mobil pilihan. Kita menganggap penjualan mobil lewat online ini memang perlu dikembangkan untuk mendekatkan diri kita sama pelanggan, jadi apapun dan kapanpun pelanggan butuh kita bisa hadir di tengah-tengah mereka, apalagi di saat-saat Covid-19 ini," tuturnya.*




Berita Lainnya