Sabtu | 23 Mei 2020
Marga Zhang Riau Salurkan Sembako Lewat Koramil dan Polsek Senapelan
Membantu warga terdampak Covid-19 atau virus corona dilingkungan sekitar,.


Kamis | 21 Mei 2020
Tionghoa Peduli dan Pimpinan DPRD Pekanbaru Salurkan Sembako
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 Riau menyalurkan 200 paket sembako.


Rabu | 20 Mei 2020
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan Raih Rekor MURI
Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadhan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Rubrik : hukum
Bobol Rekening Nasabah, Oknum Pegawai BJB Pekanbaru Jadi Tersangka
Editor : wisly | Penulis: Linda
Senin , 04 Mei 2020
ilustrasi

PEKANBARU - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menetapkan oknum pegawai Bank Jawa Barat-Banten (BJB) sebagai tersangka dugaan kejahatan perbankan. Tersangka membobol rekening nasabah hingga miliaran rupiah.

Tersangka adalah TDC, perempuan berusia 29 tahun. Penetapan tersangka terhadap perempuan cantik itu dilakukan penyidik pada 28 April 2020 lalu.

"Penyidik sudah menetapkan status tersangka atas nama TDC dalam dugaan perbankan Bank BJB pada 28 April 2020," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Senin (4/5).

Untuk pemberkasan perkara, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap TDC. Perempuan berparas cantik itu dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan sebagai tersangka. 

"Pemeriksaan dilakukan hari ini (Senin, red). Mulai pukul 10.00 WIB," kata Sunarto.

Pemeriksaan terhadap TDC berlangsung hingga sore hari. Namun, tersangka belum dilakukan penahanan. "Itu kewenangan penyidik," ucap Sunarto.

Diberitakan sebelumnya,  Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara itu sudah diserahkan penyidik Ditreskrimsus ke Kejaksaan Tinggi Riau. Dengan dikirimnya SPDP itu, kejaksaan menunggu penyerahan berkas perkara dari penyidik. 

Informasi yang dihimpun, kejahatan perbankan itu diduga terjadi pada medio 2014 hingga 2017. Adapun bentuk kejahatannya adalah dengan membobol rekening milik nasabah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Tindakan itu diketahui dari kecurigaan pemilik rekening karena fasilitas kreditnya di BJP Cabang Pekanbaru tak kunjung lunas. Padahal dana yang masuk ke rekening-rekening itu sudah melebihi kewajibannya selaku debitur.

Diduga dana tersebut sengaja disalahgunakan dan diambil oleh oknum pegawai bank dengan berbagai modus. Seperti, memalsukan tandatangan pemilik rekening, menggunakan cek yg diambil diam-diam, atau menggunakan cek yang tidak pernah diberikan kepada nasabah dan masih ada di bank.

Sementara, Kepala Cabang BJP Pekanbaru, Rachmat Abadi, yang coba dikonfirmasi belum memberikan jawaban. Pesan singkat yang dikirim oleh wartawan juga tidak dibalas.*
 




Berita Lainnya