27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Divonis 10 Tahun Lebih Penjara
Eks Sekda Dumai Berstatus Terpidana
hukum | Minggu, 21 Juni 2020
Editor : wisly | Penulis : Linda
ilustrasi

PEKANBARU - Makamah Agung (MA) menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun 6 bulan untuk eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, M Nasir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menjalankan putusan itu dengan mengeksekusi M Nasir. 

M Nasir terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015. Ketika itu, M Nasir menjabat sebagai Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis.

Dengan inkrahnya kasus itu, maka M Nasir telah berstatus sebagai terpidana. Putusan MA itu, bernomor 1636 K/Pid.Sus/2020 tanggal 19 Mei 2020 jo Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Pekanbaru nomor 23/Pid.Sus/TPK/2019/PT. PBR tanggal 13 November 2019.

"Jadi putusan tersebut telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Josep Wisnu Sigit dan Dormian selaku jaksa eksekusi, telah melaksanakan Putusan MA itu," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, dalam putusan kasasi itu, selain pidana penjara selama 10 tahun 6 bulan, M Nasir juga dibebankan membayar denda sebesar Rp600 juta atau subsider 6 bulan penjara. M Nasir juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp2 miliar. 

Jika tidak dibayarkan maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dengan ketentuan, apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Sebelumnya pada akhir bulan Agustus 2019, majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru, menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap M Nasir. Selain itu, M Nasir juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp2 miliar.

M Nasir bersama Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC) Hobby Siregar diduga melakukan tindak pidana korupsi kegiatan peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis yang merugikan negara sebesar Rp105 miliar.

Keduanya melakukan beberapa perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun suatu korporasi pada Agustus 2012 hingga Desember 2015 silam. M Nasir memperkaya diri sebesar Rp2 miliar. Sedangkan Hobby Siregar, memperkaya diri sendiri sebanyak Rp40,8 miliar.*




Artikel Terbaru
hukum, Jumat, 6 Agustus 2021
Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan berkas perkara ambruknya.

pekanbaru, Kamis, 5 Agustus 2021
Disiplin menjalankan protokol kesehatan merupakan salah satu cara.

kampar, Kamis, 5 Agustus 2021
Terkait sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan, Bupati.

inhu, Kamis, 5 Agustus 2021
Untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity), Pemerintah.

hukum, Jumat, 6 Agustus 2021
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akhirnya menahan Mantan Bupati.

pekanbaru, Kamis, 5 Agustus 2021
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi memimpin Upacara.

huawen, Jumat, 6 Agustus 2021
Relawan Peduli Covid-19 Riau meminjamkan tabung oksigen beserta.

pekanbaru, Kamis, 5 Agustus 2021
Bintara Pembinaan Potensi Kedirgantaraan (Babinpotdirga) Lanud.

pekanbaru, Kamis, 5 Agustus 2021
Peserta rapat paripurna Hari Ulang Tahun Provinsi Riau ke-64 pada 9.

nasional, Kamis, 5 Agustus 2021
Rumah sakit rujukan di berbagai daerah terus bekerja keras menangani.

Otomotif