19 Zulqaidah 1441 H / Jumat, 10 Juli 2020
Divonis 10 Tahun Lebih Penjara
Eks Sekda Dumai Berstatus Terpidana
hukum | Minggu, 21 Juni 2020
Editor : wisly | Penulis : Linda
ilustrasi

PEKANBARU - Makamah Agung (MA) menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun 6 bulan untuk eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, M Nasir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menjalankan putusan itu dengan mengeksekusi M Nasir. 

M Nasir terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015. Ketika itu, M Nasir menjabat sebagai Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis.

Dengan inkrahnya kasus itu, maka M Nasir telah berstatus sebagai terpidana. Putusan MA itu, bernomor 1636 K/Pid.Sus/2020 tanggal 19 Mei 2020 jo Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Pekanbaru nomor 23/Pid.Sus/TPK/2019/PT. PBR tanggal 13 November 2019.

"Jadi putusan tersebut telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Josep Wisnu Sigit dan Dormian selaku jaksa eksekusi, telah melaksanakan Putusan MA itu," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, dalam putusan kasasi itu, selain pidana penjara selama 10 tahun 6 bulan, M Nasir juga dibebankan membayar denda sebesar Rp600 juta atau subsider 6 bulan penjara. M Nasir juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp2 miliar. 

Jika tidak dibayarkan maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dengan ketentuan, apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Sebelumnya pada akhir bulan Agustus 2019, majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru, menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap M Nasir. Selain itu, M Nasir juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp2 miliar.

M Nasir bersama Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC) Hobby Siregar diduga melakukan tindak pidana korupsi kegiatan peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis yang merugikan negara sebesar Rp105 miliar.

Keduanya melakukan beberapa perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun suatu korporasi pada Agustus 2012 hingga Desember 2015 silam. M Nasir memperkaya diri sebesar Rp2 miliar. Sedangkan Hobby Siregar, memperkaya diri sendiri sebanyak Rp40,8 miliar.*




Artikel Terbaru
dunia, Jumat, 10 Juli 2020
Warga Israel geram dengan sikap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin.

pekanbaru, Jumat, 10 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, umumkan Riau.

pelalawan, Jumat, 10 Juli 2020
Pandemi Covid-19 tak menghalangi warga Desa Pangkalan Terap,.

otomotif, Kamis, 9 Juli 2020
Penjualan kendaraan di Indonesia menurun drastis selama pandemi virus.

etalase, Kamis, 9 Juli 2020
SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS wilayah Riau, Kamis.

pekanbaru, Kamis, 9 Juli 2020
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau kembali umumkan.

kampar, Kamis, 9 Juli 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto menyerahkan 3 unit ambulan.

inhu, Kamis, 9 Juli 2020
Program Kampung Tangguh Nusantara diharapkan bisa mengatasi masalah.

bengkalis, Kamis, 9 Juli 2020
BENGKALIS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis.

etalase, Kamis, 9 Juli 2020
Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh.

Otomotif